Mahakarya Kutus-Kutus "Bangkit di Bali Utara" - Dewata News

Breaking News

12/12/20

Mahakarya Kutus-Kutus "Bangkit di Bali Utara"

 

Buleleng, dewatanews.com - Berawal dari keinginan untuk mengobati kelumpuhan yang dialaminya akibat kecelakaan pada tahun 2011, Servasius Bambang Pranoto, penemu dari Kutus Kutus, meramu minyak rempah herbal yang membawanya kepada kesembuhan dalam tiga bulan. Dengan pabrik yang dimiliki di Desa Babakan, Gianyar. Minyak kutus kutus telah hadir di semua provinsi di Indonesia, dan bahkan di berbagai negara di Eropa, memenuhi misi utama dari sang, innovator, yaitu "menyembuhkan dunia dengan khasiat alami yang dikandungnya. 

 

Tahun 2020 ini Kutus – Kutus merayakan ulang tahunnya yang ke 7. Misi untuk menyembuhkan dunia terus dicanangkan, keberadaannya diberbagai daerah, terus dipastikan. Oleh karena itu, dengan misi yang di miliki Kutus – Kutus kali ini berencana mengadakan acara yang tidak hanya dapat menjadi berkat bagi para reseller atau distributor tetapi juga untuk masyarakat sekitar. 

 

Terutama daerah Singaraja, dengan harapan ingin memajukan pariwisata kota Singaraja sehingga dapat dikenal oleh masyarakat Indonesia atau dunia. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan bekerjasama dengan pihak terkait demi kelancaran acara.


Acara pada 11 Desember dan 12 Desember 2020, dihadiri oleh para reseller kutus – kutus seluruh Indonesia. Pengisi acara adalah artis ibukota seperti Judika, The Dance Company dan D’massiv bertempat di Lapangan Parkir Krisna Oleh – Oleh. Selain itu seluruh outlet Krisna Oleh – Oleh, Krisna Waterpark dan Krisna Funtastic Land ditutup untuk umum pada tanggal 11 Desember 2020. 

 


Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti mewajibkan setiap reseller yang datang untuk menunjukkan hasil rapid test negative, pengecekan suhu tubuh untuk seluruh peserta, menyediakan prasarana cuci tangan, posko – posko kesehatan. 


Sesuai dengan visi dan misi dari kutus – kutus untuk menyembuhkan dunia, dengan adanya acara ini kami berharap dapat memberikan efek positif dengan mengangkat pariwisata di kota Singaraja dan dapat membangun ekonomi rakyat sekitar dimasa pandemi saat ini. 

 

"Kami juga melakukan kegiatan CSR dengan memberikan bantuan sembako dan uang tunai kepada 70 KK Miskin dari 7 Desa, yaitu desa Kalibukbuk, Sidetapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, Banyuseri dan Temukus," jelas Pranoto (DN-MGA)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com