Setubuhi Siswi SMP, Polisi Ringkus Sembilan Remaja di Buleleng - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

10/30/20

Setubuhi Siswi SMP, Polisi Ringkus Sembilan Remaja di Buleleng

 

Buleleng, dewatanews.com - Jajaran Polres Buleleng akhirnya berhasil mengamankan Sembilan tersangka yang diduga menggagahi KMW (13) seorang siswi kelas I SMP asal Banjar Dinas Gambang, Desa Jinangdalem, Buleleng.

Hal ini disampaikan Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, Jumat (30/10) saat menghadirkan tersangka kepada awak media. Dari kesembilan tersangka itu, tak semuanya dihadirkan di Polres Buleleng mengingat mereka masih di bawah umur.

Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa mengatakan penetapan kesembilan tersangka ini berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, bukti-bukti, serta hasil visum.

"Mereka yang diamankan itu yakni Rudi, Berit, Acet, Wawan, Pakar, Dika, Arta, Juli, Tisnu dan Ersa," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Kapolres Sinar, kronologi kejadiannya terjadi pada Minggu (11/10) sore sekitar pukul 18.00 Wita. Dimana saat itu sepeda motor yang dinaiki korban KMW kehabisan bensin di Jl. Setiabudi, Penarukan, Buleleng.

"Dia lalu minta tolong kepada pacarnya, Dik, untuk membelikan bensin. Namun Dik malah mengajak sang pacar ke rumah temannya, Acet, di Lingkungan Penarungan, Kecamatan Buleleng. Saat itu korban disuruh tinggal di rumah Acet. Sekitar pukul 23.00 Bunga dipaksa melakukan persetubuhan oleh Dik. Padahal saat itu di dalam kamar ada temannya, Ber, dan Rud," terangnya.

Selanjutnya, korban kemudian disetubuhi secara bergilir oleh ketiganya. Setelah kejadian tersebut, korban bermalam di rumah Acet. Namun sekitar pukul 05.00 wita korban kembali dipaksa melakukan persetubuhan dengan Acet. Berlanjut dengan Tis serta laki-laki yang tidak dikenal korban.

"Pada Senin (12/10) sekitar pukul 17.00, korban diantar oleh ketiga tersangka ke Banjar Dinas Pendem, Desa Alas Sangker, untuk bertemu dengan Wan. Setelah bertemu Wan, ketiganya meninggalkan korban. Di sana, korban dipaksa ke semak-semak oleh seorang laki-laki tak kenal untuk disetubuhi. Tak hanya itu. Korban kembali disetubuhi Wan di rumahnya," tambahnya.

Selanjutnya korban diantar ke Desa Alas Sangker dengan alasan sepeda motor korban sudah ada di bengkel. Namun mirisnya lahi, sesampainya di bengkel ternyata seorang laki-laki yang tak dikenal oleh korban menunggu di sana. Korban kembali disetubuhi oleh laki laki tak dikenal tersebut.

"Kemudian korban dihubungi oleh teman korban yang bernama ERSA, dimana ERSA minta tolong kekorban untuk menjemput didepan kampus Undiksa Jinang dalem. Disana korban sudah ditunggu oleh ERSA, kemudian korban diajak kesalah satu rumah di Desa Alassangker dan ERSA juga melakukan persetubuhan dengan korban. Setelah selesai melakukan persetubuhan dengan ERSA, korban kembali kerumah WAWAN kemudian pada hari selasa tanggal 13 oktober sekitar pukul 12.00 wita korban bertemu dengan orang tuanya dan korban diajak pulang kerumah," imbuhnya.

Sebelumnya, orang tua KMW melaporkan bahwa KMW pada hari Minggu (11/10) sekitar pukul 19.00 wita ijin keluar membuat tugas sekolah. Namun sampai malam, AMW justru tidak pulang dan orang tuanya menunggu sampai Senin (12/10) namun KMW juga tidak pulang sampai orang tuanya mencari korban ke teman-temannya namun tidak menemukan hasil.

Sampai akhirnya KMW ditemukan oleh orang tuanya pada Selasa (13/10) sekitar pukul 17.30 wita di Banjar Dinas Pendem, Desa Alas Sangker, Buleleng bersama seorang laki-laki dipinggir jalan sedang duduk-duduk. Selanjutnya pelapor mengajak bunga pulang kerumah. Ketika sampai rumah, akhirnya KMW menceritakan kejadian yang dialaminya saat meninggalkan rumah. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Unit PPA Polres Buleleng.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here