Rancangan APBD 2021 Kabupaten Gianyar Dibuat Tercepat Sepanjang Sejarah - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

10/14/20

Rancangan APBD 2021 Kabupaten Gianyar Dibuat Tercepat Sepanjang Sejarah

 

Gianyar, dewatanews.com - Pemkab Gianyar, Bali, dan DPRD telah bekerja sama dengan baik sehingga penyusunan Rancangan APBD (RAPBD) tahun anggaran 2021 dapat dituntaskan dalam waktu cepat, bahkan tercepat sepanjang sejarah.

“Terima kasih atas kerja sama yang sangat baik dengan DPRD sehingga penyusunan rancangan APBD 2021 bisa diselesaikan dengan sangat cepat, ini sejarah tercepat Gianyar dalam menyusun rancangan APBD di saat pandemi, sehingga tahun 2021 OPD bisa segera mengeksekusi berbagai kegiatan prioritas, saya harap kerja sama baik ini terus berlangsung ke depannya,” kata Bupati Gianyar I Made Mahayastra, dalam siaran pers Diskominfo Gianyar, Rabu (14/10).

Bupati Gianyar I Made Mahayastra menyampaikan pengantar nota keuangan rancangan APBD Kabupaten Gianyar tahun anggaran 2021 melalui sidang Paripurna DPRD Gianyar.

Bupati Gianyar didampingi Wabup Anak Agung Gede Mayun, Sekda Made Gede Wisnu Wijaya, OPD di lingkungan Pemkab Gianyar serta Forkopimda Gianyar.

Sidang dipimpin Ketua DPRD, Wayan Tagel Winarta didampingi Wakil Ketua, Gusti Ngurah Anom Masta, Ida Bagus Gaga Adisaputra serta anggota DPRD Gianyar.

Bupati menyampaikan dalam APBD 2021 tetap mengacu pada visi misi Kabupaten Gianyar 5 tahun kedepan yaitu "Terwujudnya Masyarakat Gianyar Yang Bahagia, Sejahtera, Aman Dan Damai, Mandiri, Berintegrasi Berlandaskan Tri Hita Karana Melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana".

Ia menyampaikan dalam RAPBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2021, PAD direncanakan sebesar Rp2.007 triliun lebih, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp871.423 miliar lebih, Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp1.080 triliun, dan Pendapatan Daerah Yang Sah direncanakan sebesar Rp55.316 miliar lebih atau 2,76 persen.

Disebutkan, rencana PAD dalam rancangan APBD 2021 mengalami penurunan sebesar Rp358,829 miliar lebih atau 29,17 persen. Perencanaan ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi pada tahun sebelumnya, dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

“Adanya Pandemi COVID-19 berdampak pada penerimaan PAD yang mengandalkan pemasukan dari industri pariwisata, dengan kondisi ini kita menyusun RAPBD 2021,” jelas Mahayastra.

Struktur PAD masih didominasi oleh rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan di luar pajak daerah seperti retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.

Sementara itu, pendapatan transfer dalam RAPBD 2021 yang direncanakan sebesar Rp1.080 triliun lebih, bersumber dari pendapatan transfer pemerintah pusat dan pendapatan transfer antar daerah. Lain–lain pendapatan daerah yang sah dalam RAPBD 2021 yang direncanakan sebesar Rp55,316 miliar lebih, bersumber dari lain-lain.

Belanja Daerah dalam RAPBD Gianyar 2021, direncanakan sebesar Rp.2,297 triliun lebih, yang terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp.1,611 triliun lebih atau 70,16 persen, Belanja Modal sebesar Rp.459,390 miliar atau 20,00 persen, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp.700 juta atau 0,03 persen, dan Belanja Transfer sebesar Rp.225,354 miliar atau 9,81 persen.

Belanja Operasi terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp667,072 miliar lebih atau 41,39 persen, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp678,305 miliar atau 42,08 persen, Belanja Bunga sebesar Rp17,237 Miliar atau 1,07 persen, Belanja Hibah sebesar Rp229,530 dan Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp19,669 miliar lebih atau 1,22 persen.

Belanja Modal, terdiri dari Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp65,590 miliar lebih atau 14,28 persen, Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp283,552 miliar lebih atau 61,72 persen, Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi sebesar Rp110,235 miliar lebih atau 23,99 persen dan Belanja Modal Aset Tetap Lainnya Rp12 juta.

Usai sidang, Bupati menjelaskan dalam kondisi saat ini pembangunan yang diprioritaskan adalah membangun rumah sakit, pasar dan infrastruktur jalan termasuk perbaikan. "Ini karena pandemi maka semuanya mundur. Namun bersyukur masih bisa selesaikan program prioritas seperti pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat," imbuhnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here