Cakrawayu Bali Minta Pejelasan AWK Terkait Pernyataan "Sekelompok Ortodoks" yang Permasalahkan Hare Krisna - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

10/26/20

Cakrawayu Bali Minta Pejelasan AWK Terkait Pernyataan "Sekelompok Ortodoks" yang Permasalahkan Hare Krisna

 

Denpasar, dewatanews.com - Ormas Cakrawayu Bali, Senin (26/10) pagi menyerahkan langsung surat ke Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Provinsi Bali. Surat ini sebagai tindak lanjut atas pernyataan Anggota DPD RI Perwakilan Bali Arya Weda Karna (AWK) dalam sebuah postingan di akun media sosial miliknya yang menyebut aksi demo menentang keberadaan sampradaya Hare Krisna di Bali beberapa waktu lalu merupakan sekelompok ortodoks. Selain itu juga AWK menyebut bahwa mereka yang menentang keberadaan Hare Krisna merupakan Caleg gagal yang aksinya di sponsori oleh oknum penguasa Bali serta adu domba kaum radikal.

Sontak postingan tersebut menuai protes dan kecaman di masyarakat khususnya pengguna sosial media. Untuk itu, Organisasi Masyarakat Cakrawayu Bali meminta Senator Arya Weda Karna untuk memberikan penjelasan atau Klarifikasi terkait pernyataannya tersebut.

Surat yang diserahkan langsung oleh Ketua Cakrawayu Bali Putu Dana didampingi seorang pengurus DPP Cakrawayu Bali Nyoman Suharta diterima oleh I Gst Ngurah Gefe Mudhita selaku PAMDAL (Pengamanan Dalam) kantor DPD RI di Provinsi Bali.

Dikatakan Putu Dana, surat tersebut pada intinya meminta AWK untuk meluangkan waktu agar dijadwalkan bertemu menjelaskan terkait postingannya tersebut.

Dalam Kesempatan ini juga disertakan pernyataan sikap dari Cakrawayu Bali yakni :

Indonesia sebagai sebuah Negara Berkedaulatan yang mengakui kearifan luhur nenek moyang, menjaga dan memelihara semangat kebersamaan  dan kerjasama diantara masyarakat serta memelihara dan mengembangkan budaya nusantara dari 350 suku asli yang terdapat di Indonesia.

Situasi tersebut terganggu dengan adanya pernyataan dan kegiatan yang dilakukan oleh oknum dan sekelompok masyarakat. Sungguh menyakitkan hati sebuah pernyataan yang berisi "Sekelompok Ortodoks, Persatuan Caleg Gagal (PCG) yang disponsori oknum penguasa Bali plus adu domba kaum radikal Bahkan repot repot demo" yang disampaikan oleh Arya Wedakarna terkait permasalahan Sampradaya Hare Krisna.

Hal ini melukai kami masyarakat Bali. Apalagi dengan pelecehan peranan Majelis Desa Adat yang dibentuk justru memperkuat peranan budaya dalam kehidupan bermasyarakat di Bali. Maka bersama ini, Kami Cakrawayu menuntut kejelasan makna pernyataan Arya Wedakarna tersebut untuk disampaikan secara terbuka dalam diskusi Bersama.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here