Menko Luhut Dukung Arak Bali untuk Terapi Pasien Covid-19 - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

8/13/20

Menko Luhut Dukung Arak Bali untuk Terapi Pasien Covid-19

 

Jakarta, dewatanews.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan dukungannya terhadap pengguna arak untuk terapi covid-19 seperti halnya yang saat uni tengah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali.
 

Meski tak percaya sepenuhnya khasiat arak untuk obat covid-19, namun Luhut mengatakan bahwa yang terpenting adalah kasus penyebaran virus tersebut bisa dikendalikan dengan baik.

"Kami bersyukur setelah 2 minggu angka covid-19 menurun. Gubernur bilang ada herbal daerah, minum arak dari mereka. Ya entah benar entah tidak, yang penting kelihatan turun. Saya dukung saja lah," ujar Luhut, Kamis (13/8).

Seperti diketahui, Gubernur Bali Wayan Koster dalam beberapa kesempatan mengklaim metode pengobatan tradisional Bali (usada) dengan cara terapi arak efektif menyembuhkan pasien covid-19 tanpa gejala.

Menurut Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini, terapi dengan menggunakan bahan dasar arak Bali yang telah didistilasi khusus tersebut, sudah diujicobakan kepada ratusan orang positif Covid-19 yang dirawat di sejumlah tempat karantina di Bali.

Ketika Bali membuka keran pariwisata untuk wisatawan domestik pada 31 Juli 2020 yang lalu, secara khusus Gubernur Bali memperkenalkan Arak Bali kepada menteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio termasuk juga kepada menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

"Terapi arak ini ternyata efektif sekali, mereka yang baru positif, ternyata dua hari dilakukan treatment arak, tercatat pada hari ketiga mereka negatif dan sembuh," ujar Koster waktu itu.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here