Viral di Medsos, Ternyata "Korban Begal" di Gitgit Buat Laporan Palsu - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

7/18/20

Viral di Medsos, Ternyata "Korban Begal" di Gitgit Buat Laporan Palsu


Buleleng, dewatanews.com - Ada saja yang dilakukan oleh Leti Fuji Lestari (24) warga Desa Kaliakah, Kabupaten Jembrana. Setelah viral di media sosial mengaku menjadi korban pembegalan di Kilometer 13 Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit, Sukasada pada Senin (13/7) sore dan melaporkan kasus tersebut ke Polsek Sukasada, ternyata dari hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Buleleng laporan yang dibuat oleh Leti Fuji Lestari adalah palsu. Hal ini terungkap dari press release yang dibeberkan Polres Buleleng pada Sabtu (18/7).

Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa menjelaskan terungkapnya kasus tersebut berawal dari adanya laporan pelaku pada Senin (13/7) di Polsek Sukasada yang mengaku menjadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas) oleh tiga orang tak dikenal di Wilayah Gitgit.

"Kasus ini viral sehingga menjadi fokus kami dari kepolisian Polres Buleleng untuk berusaha menindaklanjuti sesegera mungkin dan tentu mengungkap dari laporan tersebut," ujar AKBP Sinar dalam keterangannya dihadapan awak media.

Saat proses penyelidikan berlangsung, polisi mendapat informasi bahwa sepeda motor yang dilaporkan hilang ditemukan di Pantai Kedonganan, Jimbaran beserta barang bukti lainnya.

“Kita melakukan wawancara dan interogasi kepada korban. Kita sudah mulai curiga karena keterangan yang diberikan kepada penyidik terlihat bahwa korban tidak fokus. Kemudian keterangan yang disampaikan oleh korban juga kerap kali berubah-ubah dan akhirnya korban mengakui bahwa seluruh dari rangkaian peristiwa yang dilaporkan oleh korban adalah merupakan rekayasa," terangnya.

Lanjut AKBP I Made Sinar menambahkan, akhirnya pelaku mengakui bahwa dirinya sempat minum minuman beralkohol di lokasi penemuan barang bukti. Hingga pelaku yang mabuk berat saat sadar justru lupa membawa sepeda motornya dan pulang ke Singaraja menggunakan transportasi online.

"Pada tanggal 13 itu korban minum minum yang cukup berat di pantai Kedonganan sehingga dia lupa membawa kendaraan pulang ke Singaraja. Di tengah perjalanan itu dia mulai berpikir, karena dia khawatir nantinya pulang tidak membawa motor yang sebelumnya pergi membawa motor ke Denpasar. Lalu dia ketakutan, ada rasa khawatir nanti saat di cek oleh orang tuanya. Sehingga mulai dia mengarang cerita bagaimana nantinya agar seolah-olah peristiwa yang dialami adalah kejadian pencurian dengan kekerasan," ungkap AKBP Sinar yang selanjutnya meluruskan bahwa laporan yang dibuat korban hanya rekayasa.

Sementara itu, pelaku saat ditanya menjelaskan bahwa benar dirinya melakukan laporan palsu tersebut. Setelah kejadian yang dilakukannya tersebut, Ia menyesal karena sudah meresahkan warga.

“Saya ingin mengatakan permohonan maaf atas laporan palsu yang Saya buat. Saya sangat menyesali perbuatan ini dan Saya berjanji tidak akan melakukan perbuatan tersebut. Untuk masyarakat dan anggota kepolisian polres Buleleng dan Polsek Sukasada, saya meminta maaf atas kelakuan ini,” ucapnya.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here