Atasi Masalah Sampah, Desa Kerobokan Manfaatkan Eco Enzyme - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

7/21/20

Atasi Masalah Sampah, Desa Kerobokan Manfaatkan Eco Enzyme


Buleleng, dewatanews.com - Eco Enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air, tentu eco enzyme ini mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pengolahan Eco Enzyme berskala besar yang memanfaatkan limbah dapur organik warga yang telah di kumpulkan sebanyak 102 kg sampah di bagi ke dalam 2 tong eco enzyme menjadi 51 kg per tongnya dan di campur dengan 170 liter dan molase (gula tebu) 17kg pertongnya dengan skala perbandingan 1:3:10 (1molase (gula) : 3 sampah organik dan 10 air). Proses pengolahan eco enzyme ini lakukan di TPST 3R Desa Kerobokan, Buleleng pada selasa (21/07) yang di hadiri oleh Kepala Desa Kerobokan dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng.

Putu Wisnu Wardana Kepala Desa kerobokan mengatakan Pengolahan eco enzyme ini mampu mengurangi adanya sampah di desa Kerobokan.

"Volume sampah kurang lebih mencapai 4-5 ton perharinya, selain itu juga pengolahan eco enzyme ini dapat menghasilkan pupuk cair yang akan di aplikasikan ke 3 subak yaitu lanyang , babakan,dan kloncing yang akan di buat kan program ketahanan pangannya pada tahun 2021 mendatang," ucapnya.

Sementara Kepala Dinas lingkungan hidup kabupaten Buleleng Putu Ariadi Pribadi,S.STP, M.A.P juga menegaskan bahwa pengolahan eco enzyme ini bertujuan untuk mencapai target untuk mengurangi sampah di daerah Buleleng.

"Pada tahun 2025 kita di targetkan mengurangi Sampah 30% dari potensi timbulan sampah yang ada di buleleng, kami memilih eco enzyme di karenakan caranya mudah, dan manfaatnya banyak contohnya pupuk cair yang akan di aplikasikan oleh desa kerobokan sendiri," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan saat ini sudah ada 5 desa yang melaksanakan pengolahan eco enzyme berskala besar yaitu Desa Kerobokan, Desa Dencarik, Desa Kayu Putih, Desa Tampekan, dan Desa Bengkel.

Selain itu ada sekitar 10 desa yang sudah di berikan penyuluhan membuat eco enzyme ini, ia juga berharap agar semua desa di kabupaten Buleleng ini membuat eco enzyme, dan akan dibiayai untuk pembiayaan molase. (DN - KrS)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here