RS PTN Unud Ditunjuk Jadi RS Penanganan Covid-19 - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

3/27/20

RS PTN Unud Ditunjuk Jadi RS Penanganan Covid-19


Denpasar, dewatanews.com - Satgas Penanganan  Covid-19 yang diketuai Sekretaris Daerah Dewa Made Indra kembali memberikan update perkembangan kasus covid-19 serta arahan dan himbauan terbaru pada Jumat (27/3) sore, dalam video conference di Dinas Kominfos Provinsi Bali, Denpasar.

Sekda Dewa Indra dalam kesempatan ini menyampaikan jika Gubernur Bali telah mengadakan rapat dengan Satgas dan rektor Universitas Udayana (Unud) untuk mengupayakan RS khusus menangani Covid-19.

Ditambahkan Dewa Indra, dalam pertemuan tersebut telah disepakati RS PTN Unud sebagai Rumah Sakit khusus untuk melaksanakan perawatan, penanganan PDP dan pasien positif covid-19. Untuk itu mulai hari ini sedang dilaksanakan persiapan-persiapan dan diharapkan dalam satu minggu kedepan sudah bisa digunakan.

Lebih lanjut, Dewa Indra mengatakan Satgas terus memperketat karantina bagi pekerjan yang pulang dari luar negeri terutama yang baru pulang dari 10 negara terjangkit yang telah diumumkan pemerintah. Atau dari negara lain tetapi dalam riwayat perjalanannya 14 hari terakhir pernah singgah di negara terjangkit, juga harus menjalani karantina.  

"Untuk itu orang tua, kerabat dan masyarakat menerima dengan baik kebijakan ini karena ini tanggung jawab kita bersama," jelasnya.

Pemprov Bali melalui Satgas Terus mengupayakan penggunaan PCR (Polymerase Chain Reaction) dan juga rapid test untuk mempercepat pengujian/tes baik pada PDP maupun ODP, sehingga lebih cepat melakukan penanganan selanjutnya dan kepastian status orang tersebut.

"Bagi mereka yang sehat dan negatif, tentu  bisa pulang, bagi yang negatif tapi kondisi yang tidak sehat tentu dilakukan perawatan," terangnya.

Dewa Indra juga menyampaikan jumlah komulatif pasien dalam pengawasan sampai hari ini terdapat 121 orang. Ada tambahan 7 orang pada hari ini dibandingkan kemarin. Dari 121 orang PDP tersebut, telah dilakukan uji sampel dan yang hasilnya keluar hari ini secara komulatif jumlahnya 96 orang (kemarin 84 orang). Dari jumlah 96 tersebut, jumlah yang positif covid-19 masih tetap 9, sedangkan yang negatif 87 orang.  Artinya tidak ada penambahan kasus positif. 

"Hasil yang sudah keluar hari ini merupakan hasil uji di Bali sehingga mekanismenya lebih cepat. Mulai kemarin, kami telah memulai melakukan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) di Lab kesehatan RS Sanglah, Denpasar. Demikian juga terhitung sejak hari ini, Satgas sudah menggunakan rapid test untuk tes terhadap PDP maupun ODP. Untuk tes PCR di RS Sanglah, sudah dilakukan untuk 40 orang hingga hari ini. Dari 40 orang tersebut, sebanyak 34 orang sudah dinyatakan negatif. Sementara 6 orang masih perlu uji lanjutan untuk diperoleh hasilnya," terangnya.

Untuk rapid test, sudah digunakan sejak siang tadi dan hingga sore ini masih berlangsung. Rapid test diprioritaskan dahulu untuk saudara kita yang dikarantina di Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Sampai sore ini, dari 21 orang yang di tes seluruhnya negatif. Namun masih ada yang harus di-rapid test, karena keseluruhan ada 76 orang yang dikarantina sampai hari ini. Terdiri dari 56 orang di Bapelkesmas dan 20 orang di Badan Pengembangan SDM Provinsi Bali. Sampai detik ini rapid test masih berlangsung.

"Bagi mereka yang hasil rapid test-nya negatif, maka akan diberikan surat keterangan dari Dinkes Provinsi Bali yang menyatakan bahwa peserta tersebut telah melalui proses karantina, sudah dilakukan tes(9rapid test) dan sudah dinyatakan negatif.  Peserta dengan surat keterangan tersebut dan dalam keadaan sehat,  sore ini sudah diperbolehkan pulang untuk melanjutkan karantina mandiri di rumah masing-masing. Jika dalam rapid test, ada yang terindikasi positif maka akan dilanjutkan tes menggunakan PCr untuk lebih meyakinkan," tambahnya.

Kepada masyarakat di desa atau di banjar, yang menerima warga masyarakat yang sudah memperoleh surat keterangan negatif setelah karantina tersebut, diharapkan untuk menerima dengan baik dan dibantu untuk melaksanakan karantina mandiri. Dengan demikian, upaya pencegahan covid-19 adalah upaya kita bersama.

Dikatakan Dewa Indra, Satgas tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat Bali, untuk tetap waspada bahkan meningkatkan kewaspadaannya karena penyebaran covid-19 ini masih menunjukkan tren peningkatan secara nasional. Covid-19 bukan sesuatu yang bisa ditanggapi dengan remeh, tapi harus dengan kewaspadaan yang tinggi.

"Masyarakat juga kami minta untuk terus mengikuti ajakan dan himbauan pemerintah untuk menjaga jarak satu dengan lainnya, untuk mengurangi interaksi fisik, untuk mengurangi aktivitas-aktivitas diluar rumah," ujarnya.

Masyarakat diminta untuk meniadakan segala bentuk kegiatan hiburan dan keramaian yang melibatkan orang banyak. Saat ini sudah waktunya bagi kita untuk tidak lagi mentoleransi keramaian dengan orang banyak karena pemerintah akan semakin tegas untuk melakukan pengawasan unutuk hal ini. Ditegaskan kembali, Covid-19 ini mennyebar dari satu individu ke individu lain melalui kontak dekat. Maka jika semua orang Bali bisa menghindari kontak dekat, semua bisa menjaga jarak maka astungkara covid-19 ini tidak akan meluas.

"Semoga semua lapisan masyarakat bisa memahami kebijakan ini sehingga tidak ada lagi yang mengemukakan argumen dan pandangan lain diluar arahan, kebijakan dan himbauan pemerintah. Kami tetap meminta untuk tidak membuat dan menyebarkan informasi-informasi yang tidak benar, menyesatkan dan menambah kepanikan masyarakat," ungkapnya.

Hari ini dikatakan Dewa Indra beredar lagi beberapa info yang tidak benar yang menambha kepanikan masyarakat. 

"Saya minta selaku ketua Satgas, semua individu masyarakat Bali harus bertanggung jawab terhadap dirinya dan masyarakatnya. Sudah waktunya aparat hukum mengambil tindakan tegas bagi mnereka yang membuat dan menyebarkan informasi, berita, gambar dan video yang tidak benar yang menambah kepanikan. Untuk itu kami mengajak semua untuk mentaati aturan yang ada. (DN - NgR)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com