Perayaan 54 Tahun Ganti Nama Benyahe Jadi Pancasari - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

Post Top Ad

Responsive Ads Here

2/20/20

Perayaan 54 Tahun Ganti Nama Benyahe Jadi Pancasari


Buleleng, Dewata News. Com - Jalan menuju dusun dosong dari pasar Pancasari, nampak dipenuhi oleh warga Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Mereka berkumpul untuk menyaksikan acara perayaan ulang tahun ke 54 Tahun, pergantian nama Benyahe menjadi Pancasari. Pergantian nama dari Benyahe menjadi Pancasari dilakukan pada tanggal 20 Februari 1966. Perayaan ke 54 tahun nama Pancasari, kali ini bertepatan dengan Manis Galungan, Kamis (20/2).

Perayaan Ke 54 tahun Pancasari, diawali dengan mementaskan tari sakral Sang Hyang Penyalin (Rotan-red). Tarian sakral Sang Hyang Penyalin, merupakan tarian sakral khas Desa Pancasari. Tarian ini dipercaya sebagai persembahan kepada Dewa-Dewi dan Nyomia Butha Kala. Pementasan Sang Hyang Penyalin, mengawali acara penyaraan, dengan berkeliling kesegala penjuru tempat acara bertujuan untuk pembersihan tempat acara.

Setelah pementasan Tari Sang Hyang Penyalin, dilanjutkan dengan penampilan Rejang Kesari yang ditarikan oleh 401 orang ibu-ibu dan anak-anak perempuan. Para penari berderet disepanjang jalan sepanjang lima ratus meter. Walau sempat diguyur hujan para penari dengan semangat terus menarikan tari Rejang Kesari. 


Ketua panitia perayaan HUT ke 54 tahun Desa Pancasari Gede Supala mengatakan, perayaan ini merupakan bagian dari kami mengingat sejarah bergantinya nama Benyahe menjadi Pancasari. 

“ini merupakan perayaan ke 54 tahun, pergantian nama benyahe menjadi Pancasari, bukan berati desa kami baru berumur 54 tahun. Dari sejarah yang disampaikan ole para tetua kami, desa ini sudah ada sejak abad ke sebelas," tegasnya.

Gede Supala, juga menambahkan bahwa, perayaan kali ini, kami tetap mementaskan tari Sang Hyang Penyalin. Tari ini merupakan tarian sakral yang dipercaya sebagai sarana pembersihan secara skala dan niskala dan akan membawa berkah bagi masyarakat Desa Pancasari.

Hujan sempat mengguyur lokasi acara perayaan yang digelar tepat di depan kantor Kepala Desa Pancasari, namum masyarakat tetap bertahan untuk bersuka cita merayakan HUT Desa Pancasari  ke 54 tahun. Kepala Desa Pancasari, Wayan Darsana, mengatakan tahun ini menjadi tahun ke 54 pergantian nama Benyahe menjadi menjadi Pancasari.

Perayaan tahun ini, kami mencoba uituk melibatkan lebih banyak masyarakat dengan menggelar pementasan massal tari rejang kesari. Perayaan HUT tahun dengan 2021 akan dirangkaikan dengan Upacara Mendak Amerta Sari. 

“Tahun depan kami akan melakukan perayaan yang lebih meriah, dengan mengelar Upacara Mendak Amerta Sari. Upacara ini merupakan janji yang diucapkan oleh perbekel pertama Wayan Widia. Jika Desa Pancasari sudah tidak lagi terjadi bencanya, maka akan menggelar upacara mended amerce sari di Pura Pucak Sari," ungkapnya. (DN-KOP)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here