Cakrawayu Bali Kritisi Pemakaian Nama "Veda" pada Merk Motor Listrik - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

1/15/20

Cakrawayu Bali Kritisi Pemakaian Nama "Veda" pada Merk Motor Listrik


Denpasar, Dewata News. Com - Kemunculan produk motor listrik yang salah satu modelnya diberi nama "Veda", memunculkan reaksi pro dan kontra di kalangan masyarakat Bali. Peluncuran motor listrik oleh  PT Jaya Motor Electric dengan brandnya Elvindo (Electric Vichele Indonesia) dengan pabrik perakitannya ada di wilayah Tanggerang, Banten.

Elvindo sendiri memiliki sejumlah model produk,dimana di antaranya dinamai Arjuna, Veda, Bisma, dan Rama. Karena hal inilah akhirnya masyarakat menolak penggunaan nama tersebut. Salah satu organisasi masyarakat Hindu di Bali, yakni Cakrawayu Bali. Melalui salah satu pengurusnya Nyoman Suharta, mereka bereaksi ketika mengetahui adanya perusahaan otomotif yang menamai salah satu produknya dengan istilah Veda.

Menurut dia, istilah itu tidaklah pantas untuk dijadikan sebagai nama dari sebuah sepeda motor. Karena Veda sendiri merupakan ejaan lain dari Weda yang merupakan kitab suci dari agama Hindu. 

“Ini penting untuk kami kritisi. Karena kami khawatir, jika itu dibiarkan, ke depan sesuatu yang disucikan terkesan tidak etis dan tidak pantas dipakai nama sebuah produk apapun.karena kata Veda itu dari bahasa sanskrit yang sama dengan kata Weda, Weda Sendiri adalah Kitab Suci Agama Hindu. Kami minta janganlah kata Veda itu dipakai sebuah merk kendaraan bermotor, karena bagi kami itu tidak etis," imbuh Nyoman Suharta. 

Sehubungan dengan itu, Cakrawayu Bali  sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali. Dan hasilnya, PHDI Bali mengatakan sudah membuat surat untuk disampaikan  kepada PHDI Pusat. Mengingat lokasi dari usaha tersebut bukanlah di Bali.

“Kami sudah komunikasi dengan Ketua PHDI Bali. Katanya, beliau sudah bikinkan surat untuk dilayangkan ke PHDI Pusat,” ucapnya kepada dewatanews.com .

Secara pribadi, dirinya sesungguhnya sangat mengapresiasi semangat pengusaha lokal untuk ikut bersaing di dunia otomotif. Namun ditegaskannya kembali, sebaiknya tidak menggunakan istilah-istilah yang disucikan oleh umat beragama yang pada akhirnya akan menjadi polemik di masyarakat.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com