Saat Tawur Sapuh Agung, Penglukan Tirtha Empul Akan Ditutup Sehari - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 350)

9/4/19

Saat Tawur Sapuh Agung, Penglukan Tirtha Empul Akan Ditutup Sehari


Gianyar, Dewata News. Com - Tawur Mesapuh Agung, Mupuk Pedagingan, Penyegjeg Jagat Lan Karya Puja Wali Ngusaba Kapat, segara akan digelar di   Pura Tirtha Empul, Desa Pakraman Manukaya Let, Tampaksiring, Gianyar.

Upacara semacam ini  pernah di gelar, sebelumnya pada tahun 1968, saat pemugaran Pura, sepert Bale Pewedan, Bale Kulkul, dan Candi, Tepas Sana, dan Penataan secara keseluruhan.

Saat ini ada 69 bangunan Pura termasuk Candi,  Wantilan, dan dari tahun 2000 sampai sekarang,  hanya dilakukan perbaikan dan pembenahan total dengan posisi tetap dilokasi sebelumnya.

Rehab inipun kini telah diganti menggunakan bahan seperti kayu yang berbeda dengan mempertimbangkan kwalitas bahan yang lebih awet.

Pura Tirtha Empul, disungsung satu Desa Adat Manukaya Let  dengan pengemong, Desa Adat Calo, Desa Adat Tegal Payang, Desa Dinas Pupuan, Tegallalang,  sert Desa Adat Penempahan, dan Desa Malet,  Desa  Manukaya  Tampaksiring, Gianyar.

Dari  149 pengempon atau pengayah ngarep, Pura Tirtha Empul juga memiliki pengayah Bulu Angkep, seperti Sekehe Gong,  Sekehe Baris, dan pengayah lainnya berjumlah 450 orang. 

Menjadi obyek wisata, seluruh dana upacara yang disiapkan panitia sekitar 4,5 milyar, masyarakat juga akan secara swadaya dan gotong royong, ikut menyiapkan sarana prasana perangkat upacara.

I Made Kentung, Manggala Karya,  di Pura Tirtha Empul, (04/09 )  persiapan sudah dilakukan setelah perayaan Galungan lalub  dan berlanjut hingga selesai nanti, "persiapan upacara sudah dilakukan warga setelah galungan lalu, dan berlanjut bergilir", katanya di sela-sela acara.

Gotong royong inipun dilakukan bergilir di antara krama dan menyesuaikan dengan jadwal yang sudah dibuat sebelumnya,  dari tiga Banjar yang ada di Desa Adat Manukaya Let, Banjar Tatag, Bantas dan Banjar Manukaya let.

Disisi lain, walaupun rangkain upacara ini sudah  dilakukan, sampai saat ini tidak ada penutupan wisatatawan berkunjung ke lokasi ini.


Hanya saja tanggal 02 Oktober  mendatang, dilokasi penglukatan akan  ditutup untuk umum, karena saat bersamaan akan digelar Tawur  Sapuh Agung," mihin dimaklumi nanti pada tanggal  Oktober, lokasi pemglukatan akan ditutup untuk umum, karena pada saat bersamaan akan di gelar upacara Tawur Sapuh Agung", tambahnya.

Dengan pengrajeg Karya  Bupati Gianyar, Dalam upacara ini nantinya akan dipuput oleh 5 sulinggih saat Tawur Sapuh Agung.

Berada di sekitar Istana Negara Tampaksiring, Menurut rencana saat upacara juga akan mengundang Presiden Joko Widodo, para mantan presiden dan beberapa menteri yang terkait agama dan sosial.

Sedangkan dari Bali akan diundang mulai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali,  Bupati se-Bali, Camat dan  Prebekel,  Tokoh Puri, Penglingsir Puri Tokoh Adat, Bendesa Adat, Kelihan Adat dan Kelihan Dusun.

Rangkain upacara akan dimulai pada 12 Sepetember dan berakhir pada 30 Oktober, ditegaskan tujuan upacara ini sebagai pembersihan alam beserta isinya, melepaskan sifat-sifat buruk  untuk keseimbangan duniawi. (DN - CiN)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com