Tekan Angka Pernikahan Dini Dengan Gerakan GenRe - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

11/25/18

Tekan Angka Pernikahan Dini Dengan Gerakan GenRe


Buleleng, Dewata News. Com — Angka pernikahan dini di Buleleng saat ini tergolong masih tinggi, meskipun secara umun telah mengalami penurunan di tahun 2017. Pada tahun 2014, dari seribu kelahiran bayi, 54 orang diantaranya oleh ibu usia remaja. Sedangkan di tahun 2017, per seribu kelahiran terdapat 40 orang ibu usia remaja.

Data itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) Kabupaten Buleleng, dr. Ni Made Sukarmini saat memberikan  materi dalam kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif bagi Generasi Berencana (GenRe) di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt pada hari Sabtu (24/11).

Kegiatan yang dikemas secara kreatif dengan menampilkan berbagai aksi kesenian tersebut menyasar para pelajar dan masyarakat umum di wilayah barat yang tergabung dalam kelompok Pusat Informasi dan Konseling (PIK) remaja.

Sukarmini mengungkapkan, bahwa tujuan dilaksanakannya KIE tersebut adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan para peserta tentang GenRe.

"Selain itu, kegiatan ini juga untuk mendiskusikan permasalahan utama yang dihadapi remaja, yaitu seks bebas, pernikahan dini, Napza, dan HIV/AIDS," ungkap Sukarmini.

Kadis yang juga berprofesi sebagai dokter ini lanjut menerangkan, bahwa saat ini Dinas PPKBP3A berusaha menggalakkan dan membangun GenRe guna menekan angka pernikahan dini di Buleleng.

"Buleleng sudah memiliki Perbup tentang Gerakan Terpadu Peningkatan Kualitas Generasi Berencana atau Gardu Pentas GenRe. Tindak lanjut dari Perbup itu adalah dibentuknya kelompok PIK remaja di sekolah maupun dari masyarakat," jelas Sukarmini.

Terkait keberadaan kelompok PIK renaja ini, menurut Sukarmini, sampai saat ini telah dibentuk 46 kelompok PIK remaja, baik dari jalur pelajar maupun dari jalur masyarakat umum yang berasal dari kampung KB. Sedangkan kampung KB sendiri sudah terbentuk sejumlah 31 kelompok yang tersebar di seluruh kecamatan.

Menurut Sukarmini, menggalakkan GenRe merupakan salah satu upaya untuk menekan angka pernikahan dini masalah remaja lainnya di kalangan remaja.

"Untuk itu Dinas PPKBP3A terus mendorong terwujudnya GenRe ini melalui kegiatan KIE kreatif. Dengan demikian nantinya akan terwujud keluarga sejahtera dan berkualitas," pungkas Sukarmini. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com