Bagus Askara: Pasar Tradional Harus Dikelola Dengan Baik Agar Bisa Bersaing - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

8/7/18

Bagus Askara: Pasar Tradional Harus Dikelola Dengan Baik Agar Bisa Bersaing


Denpasar, Dewata News. Com - Pasar Agung Desa Peninjaoan merupakan pasar desa di wilayah Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara memberikan gambaran yang berbeda terhadap pasar desa atau pasar tradisional yang ada sebelumnya dibayangkan pasar desa atau pasar tradisonal yang becek, kotor, dan semrawut. 

“Kini pasar desa tau pasar tradional ini lebih menjanjikan dibandingkan pasar modern, sebab pasar ini sudah diperbarui dengan diberikan sentuhan arsitektur bercorak Bali,” ujar  Ida Bagus Askara Sugiarta yang akrab disapa Gus Askara, Selasa (7/8).

Dikatakan, selain perubahan arsitektur bangunan yang bercorak Bali, pasar desa atau pasar tradisonal ini untuk para pedagang sudah dipisahkan sesuai jenis barang dagangan yang dijual misalnya los basah untuk pedagang sayur dan daging, los bumbu dan buah untuk pedagang buah-buahan, dan los makanan ringan dan kebutuhan pokok. Tidak hanya los pedagang yang ditata melainkan juga disediakan kios dan lahan terbuka untuk pedagang yang tidak mendapat tempat di los. 

“Jika semua pasar desa atau tradisional bisa ditata dengan baik, pastinya pasar desa dan pasa tradisional tidak akan kalah saing dengan pasar modern,” terangnya.

Gus Askara sebagai calon legeslatif (caleg) DPRD Kota Denpasar dapil Denpasar Utara dari Partai NasDem nomor urut 12 berharap agar pasar desa dan pasar tradisional ini nantinya tetap dijaga kebersihan pasarnya. 

“Walau pasar modern jumlahnya semakin berkembang di Kota Denpasar, namun kalau pasar desa atau pasar tradisonal tetap dijaga kebersihan pasarnya dan disediakan fasilitas publik antara lain parkir, tempat cuci tangan umum, dan WC umum tentu pasar desa atau pasar tradisional tidak akan kalah saing dengan pasar modern,” ucapnya.

Menurut Gus Askara, pasar desa atau pasar tradisional tidak sepenuhnya sebagai tempat jual-beli, namun pasar ini juga bisa menjadi tempat berinteraksi bagi masyarakat. Karena dibalik ramainya pasar selain ada tawar-menawar barang dan sejenisnya juga ada tegur sapa masyarakat. 

"Ini yang menjadi pasar desa atau pasar tradisional sangat berbeda yang tidak ditemukan di pasar modern. Melihat tingginya jumlah keberadan pasar modern di Kota Denpasar, hendaknya pemerintah bisa lebih memberdayakan pasar desa atau pasar tradisonal agar lebih diminati kedepanya,” imbuhnya.

Ditambahkan, bila semua pasar desa atau pasar tradisional yang ada di Kota Denpasar bisa terus ditata atau dikelola dengan baik oleh pemerintah seperti halnya di Pasar Agung Peninjauan yang berlokasi di Denpasar Utara. Karena dengan penataan dan pengelolaan yang baik, maka pasar desa atau pasar tradisional nantinya akan bisa bersaing dengan pasar modern. (DN - Bdi)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com