Mengenal Sosok Anton, Relawan 1 Jalur di Bali Utara - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

2/27/18

Mengenal Sosok Anton, Relawan 1 Jalur di Bali Utara


Bagi warga masyarakat di Gumi Den Bukit ~ Kabupaten Buleleng, Bali sosok lelaki jenius, Anthonius Sanjaya Kiabeni tak asing lagi. Terlebih setelah menjadi ”komandan GENUS” penampilan jenis berkulit hitam dari provinsi ujung timur Nusa Tenggara ini ”merakyat”, karena Lembaga Swadaya Masyarakat Gema Nusantara (GENUS) ini membantu tanpa pamrih warga yang memiliki persoalan dalam bentuk apapun yang patut dilindungi sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Anton, sapaan akrab dari seorang bapak yang telah berhasil ”mencetak” seorang putranya Bela Negara melalui Korps Baju Hijau ~ TNI-AD yang lahir dari sosok perempuan Bali, di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Namun belum berhasil menjadikan seorang putrinya untuk duduk di lembaga legislatif melalui salah satu parpol di Buleleng pada Pileg 2014 lalu.

Namun kegagalan putrinya itu, bagi Anton sebagai umat Katholik ini, merupakan sukses yang tertunda dan tidak menyurutkan semangat juangnya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat maupun menjadikan sosok figur pemimpin Bali lima tahun ke depan, seperti yang dilakoni di tahun politik saat ini. Dimana pun ketemu Dewata News.com, Anton senantiasa tegur sapa "Apa kabar Pak Tua."

Kendati hanya dengan label Relawan, karena memang suatu perjuangan tidak harus resmi duduk dalam struktural seperti yang dilakukan, yakni Relawan Pasangan Calon No.1 Wayan KOSTER ~ COK Ace yang dikenal dengan jargon KOSTER ~ ACE.

Dengan memodivikasi mobil bak terbuka merk Ford miliknya dengan berbagai pernak Pernik, Anton menjalankan suatu misi besar untuk Putra Den Bukit dari Desa Sembiran, I Wayan Koster didampingi Putra Puri Ubud,Gianyar Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati menjadi pengganti Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023 melalui gelanggang pertarungan Pilkada serentak 2018.

Anton yang Relawan Jokowi di Kabupaten Buleleng adalah salah satu dari jutaan relawan di Indonesia yang telah sukses menjadikan Jokowi ke kursi Presiden yang diusung PDI Perjuangan. Succes pertama itu, bahkan oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri secara resmi sudah ”memproklamirkan” Jokowi sebagai Calon Presiden tahun 2019 mendatang, sebagai salah satu poin hasil Rakernas PDI Perjuangan di Bali, beberapa waktu lalu.

Namanya saja Relawan, Anton secara sukarela dengan rasa tulus dan ikhlas mengorbankan waktu-waktu tugas LSM. Kenapa?

Menurut Anton, bahwa  Koster sudah terpercaya melakukan kerja di parlemen untuk Bali. Rekam jejak langkah Koster sudah banyak menggolkan berbagai perundang-undangan dibidang Pendidikan, Pemuda dan Keolahragaan yang pro rakyat serta memberikan sentuhan pembangunan bagi desa-desa di Bali.

”Pak Koster dengan pendamping setia yang seniman, Luh Putu Putri juga pernah memimpin Badan Anggaran di DPR RI, sehingga koneksi birokrasinya di Pemerintah Pusat juga sangat luas. Sebagai Ketua Badan Anggara DPR RI, sehingga sangat membantu pembangunan Bali dibawah tangan Wayan Koster,” tutur Anton.

Sementara pasagannya, Cok Ace sebagai penglingsir Puri Ubud, Gianyar yang juga tokoh pariwisata Bali sudah pernah melekat dengan kepemimpinan di pemerintahan. Pak Cok, memegang tampuk kepemimpinan PHRI Bali dan Badan Promosi Pariwisata Bali. Sepak terjang Cok Ace dalam dunia pariwisata sudah tidak perlu diragukan lagi, karena selain menjadi seorang pengusaha pariwisata, dia juga seorang akademisi.

”Cok Ace juga pernah memimpin Kabupaten Gianyar dan dari tangannya sejumlah kasus adat di Gianyar berhasil dituntaskannya”, imbuh Anton.
Dengan mobil bak terbuka dilengkapi sound system dengan kekuatan lumayan besar khusus menggemakan lagu-lagu yang disuarakan Reni Pani berjudul ”Salam Satu Jalur” maupun suara dari Raka Sidan yang berjudul ”Koster Bali Satu”.

Dengan berbekal dua lagu bali dari mobil bak terbuka yang Anton kemudikan sendiri mengkampanyekan Paslon No.1 Koster~Cok Ace dari jalan ke jalan, tidak saja di wilayah Kabupaten Buleleng, namun hingga ujung barat Karangasem dan ujung barat Buleleng di Gilimanuk.

Secara tidak langsung, Anton mengaku membantu tugas KPU untuk mensosialisasikan Pilkada serentak di Bali. Karena, percaya tidak percaya, menurut Anton, masih banyak masyarakat di pedesaan belum tahu tahapan demi tahapan penyelenggaraan Pilkada serentak 2018 ini.

Seperti halnya pelaksanaan tahapan kampanye saat ini, pemasangan baliho dan spanduk yang diklaim sebagai tanggung jawab KPU Buleleng khususnya, sampai saat ini belum ada terpampang baliho dan spanduk Paslon Pilgub Bali. ”Apa ada pesta demokrasi’kah di Buleleng”?

Harus berucap syukur. Dengan tampilnya sosok Anton yang Relawan 1 Jalur Koster~Cok Ace, masyarakat lebih tau ada perhelatan Pilkada serentak 2018. Karena, dengan mobil terbuka kemanapun arahnya, dua lagu yang selalu diputar dengan volume suara yang cukup keras, ternyata dari jarak 50 meter, dentuman lagu dari mobil Ford itu sudah terdengar.

Bukan hanya memutar lagi, Anton juga terkadang berbicara dari dalam mobilnya sambil menyetir untuk mengkampanyekan program-program Paslon No.1 Koster~Cok Ace. ”Saya sekeluarga yang dibesarkan dalam berkehidupan di Buleleng sudah sepatutnya memilih orang Buleleng. Jangan mengaku orang Buleleng atau Buleleng Dogen (Buldog) tapi tidak memilih orang Buleleng”, tegas Anthonius Sanjaya Kiabeni.       

~  Made Tirthayasa.  ~

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com