SGB Lirik Jenderal Sastra dan Prof Suastika ? - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

9/3/17

SGB Lirik Jenderal Sastra dan Prof Suastika ?


Buleleng, Dewata News. Com — SGB (Sudikerta Gubernur Bali) memang sudah memegang rekomendasi DPP sebagai bakal calon Gubernur Bali dari Partai Golkar. Namun sampai saat ini teka - teki, nama kandidat wakil calon Gubernur yang akan mendampingi belum jelas. Padahal Ketut Sudikerta yang Wakil Gubernur Bali ketika ditemui usai Simakrama Gubernur Bali di Desa Pedawa, akhir bulan Juli 2017 mengatakan, akan mengumumkan nama bakal calon Wakil pendampinjgnya, pertengahan bulan Agustus 2017.
 
Kenapa? Menurut Ketua Umum DPD Partai Golkar Bali ini, karena masih menunggu hasil survey yang akan menetapkan kandidat yang layak mendampingi SGB. Nyatanya, hingga memasuki bulan September 2017 ini, SGB belum mengumumkan bakal calon pendamping yang akan ditandem.
 
Bahkan, belakangan muncul dua nama dari independen yang digadang-gadang mendampingi SGB.. Mereka adalah Mayor Jenderal (Purn) Putu Sastra Wingarta dan Prof. Dr. dr Ketut Suastika Sp.PD-KEMD. Keduanya, memang putra-putra terbaik di Kabupaten Buleleng yang memiliki suara pemilih terbanyak, di banding kabupaten-kota di Bali.
 
Ketika menyebut nama Jenderal Sastra yang kelahiran Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng ini, mungkin belum banyak tahu persis di Bali. Karena sosok ini adalah sosok di balik meja. Bahkan terkait Bali saat ini, sosok Jenderal Sastra menjadi orang penting. Dia adalah orang dekat Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Bahkan“roh” Bali Mandara sebagai program unggulan dua periode Mangku Pastika menjabat Gubernur atas pemikiran Jenderal Sastra.
 
Jenderal Sastra adalah penggagas, inisiator, penggali program dan makna Bali Mandara. “Memang Gubernur dalam rancangan dan harapannya disampaikan ke Jenderal Sastra. Kemudian dirancang oleh Jenderal Sastra. Jenderal Sastra menterjemahkan pikiran-pikiran Pak Mangku Pastika yang kemudian menjadi Bali Mandara atau Bali yang agung. Akronimnya Maju, Aman, Damai dan sejahtera. Beliau Pak Jenderal Sastra yang membuat,” jelas sumber Dewata News.com.
 
Nama Jenderal Sastra pun mulai mencuat di kalangan SGB. Pertimbangannya, lantaran sosok militer yang berpengaruh di eranya. Jenderal Sastra adalah orang terdekat Presiden Gus Dur. Karena Jenderal Sastra adalah Komandan Paspampres. Kemudian dia sempat lama di Lemhanas dan banyak jabatan strategis lainnya.
 
”Dengan duet sipil dengan purnawirawan TNI dianggap mampu akan merancang keamanan Bali. Menjaga stabilitas Bali. Apalagi Jenderal Sastra adalah penggali Program Bali Mandara yang akan dilanjutkan menjadi jilid III oleh SGB,” sambung sumber orang dekat Jenderal Sastra.
 
Tak hanya itu. Jenderal Sastra juga dianggap dekat dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Secara otomatis juga bisa akan menjadi daya rekat, agar Gubernur Pastika benar-benar mendukung SGB dalam Pilgub Bali tahun 2018. Bahkan, sampai saat ini Jenderal Sastra seperti orang di balik layar Pemerintah Pemprov Bali, termasuk terkait dengan strategi-strategi dan arah kebijakan Pemprov Bali.
 
Sedangkan kandidat independen yang kedua, masuk bursa kandidat Cawagub untuk SGB adalah Prof Suastika yang Mantan Rektor Unud. Nama Suastika memang sempat masuk samar - samar sebelumnya, belakangan malah menguat di lingkaran SGB.
 
Suastika, dianggap akan mampu menopang lebih kuat sosok Sudikerta yang lebih doyan di lapangan, bahkan ikut membangun bedah rumah langsung sebagai tukang bangunan. Nantinya Suastika menjadi pemikir, latarbelakang akademisi menjadi salah satu pertimbangan. Bahkan kalau melihat sejarah, mantan Rektor Unud sempat menjadi Gubernur Bali, seperti IB Mantra dan IB Oka. Jadi cukup lama jebolan Unud tidak masuk bursa pemimpin daerah.
 
“Prof Suastika ini sosok dokter, akademisi dan sempat memimpin Unud. Jadi peluang jebolan Unud sangat besar memimpin Bali, seperti pendahulunya,” jelas sumber lain Dewata News.com.
 
Dua nama ini masuk bidikan dan kini sedang disurvei oleh jajaran DPD Golkar yang akan dipaketkan dengan SGB. Dan yang terpenting, dua nama ini adalah orang Buleleng, sehingga dianggap mampu akan memecah dominasi KBS (Koster Bali Satu) di Bumi Panji Sakti Buleleng.
 
”Alasan kuatnya lagi, Jenderal Sastra dan Prof Suastika adalah orang Buleleng. Jadi dianggap mampu memecah dominasi kekuatan Koster di Buleleng. Sehingga bisa mencuri suara di Buleleng dengan jumlah pemilih paling besar,” tandas sumber tadi. (DN ~ TiR).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com