Polda Bali Nyatakan Sketsa Wajah Pelaku di Medsos “Hoax” - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

8/12/17

Polda Bali Nyatakan Sketsa Wajah Pelaku di Medsos “Hoax”


Denpasar, Dewata News. Com - Proses penyelidikan terkait kejadian yang menimpa anggota Brimob Polda Bali, Brigadir Ida Bagus Suda Suwarna (37) masih terus berlanjut. Tim investigasi masih bekerja keras untuk mengetahui kejadian sesungguhnya, mengingat saat kejadian naas tersebut tidak ada satu orangpun yang mengetahui. Bahkan hasil pengecekan CCTV yang terpasang di kawasan Ayana Resort, gambarnya tidak begitu jelas lantaran jaraknya terlalu jauh.

Menanggapi perkembangan informasi yang beredar di media sosial, online, cetak dan elektronik membuat Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, S.I.K., M.Si. bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol. Drs. Sang Mahendra Jaya melaksanakan jumpa pers di Ruang IMM Bidhumas Polda Bali, Jumat (11/8).

Dihadapan awak media, Kombes Pol. Hengky Widjaja, S.I.K., M.Si. menegaskan gambar sketsa wajah serta foto dua orang terduga pelaku yang beredar di media sosial adalah tidak benar. Sampai detik ini, Polda Bali secara resmi belum mengeluarkan sketsa wajah para terduga pelaku karena masih dalam proses penyelidikan. Selain disibukkan dalam mengungkap kronologis kasus ini, Polda Bali juga masih intens melakukan pencarian senjata SS1 V1 milik korban yang hilang.

Keterangan resmi ini juga sekaligus membantah bahwa adanya terduga pelaku tiga warga negara asing yang berperawakan timur tengah. "Sampai sekarang masih dilakukan penyelidikan jadi belum ada yang diduga sebagai pelaku orang asing, yang muncul di media itu tidak benar," ucap Kabid Humas Polda Bali.   

Mantan Kasat Reskrim Polres Gianyar ini mengatakan, Polda Bali tidak ingin terlalu dini dalam menyimpulkan siapa pelaku yang membuat anggota Brimob Polda Bali, Ida Bagus Suda Suwarna ditemukan tak sadarkan diri dan mengalami sejumlah luka lebam pada wajahnya bahkan senjata jenis SS1 V1 yang dibawanya hilang entah kemana di Ayana Resort Jimbaran, Badung, Selasa (8/9) lalu. 

Kendala utama dalam mengungkap kasus ini karena korban tidak konsisten memberikan keterangan. Kondisinya yang masih tidak stabil, mengharuskan korban mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara, Denpasar. 

“Selanjutnya apa yang disampaikan korban, akan dikroscek lagi dari rekaman cctv dan saksi-saksi yang ada. Sehingga keterangan korban sangat ditunggu-tunggu oleh tim investigasi. Sejauh ini, penanganan masih dalam tahap menganalisa apa peristiwa ini benar-benar terjadi atau tidak” terangnya.

Kabid Humas Polda Bali menambahkan, polisi sedang melakukan penyisiran terutama di sekitar lokasi kejadian, Ayana Resort Jimbaran. Selain itu pula, razia 24 jam di setiap jajaran juga terus digencarkan. "Kami memperketat pintu keluar masuk wilayah Bali dan melakukan razia di setiap jajaran," imbuhnya.

Sementara Kombes Pol. Drs. Sang Made Mahendra Jaya mengungkapkan, korban nantinya akan menjalani pemeriksaan psikologis mengingat keterangan yang disampaikan selama ini masih berubah-ubah. "Kami akan meminta korban untuk pemeriksaan psikologis," tuturnya. 

Selain itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali ini menyatakan bahwa hasil pemeriksaan Labfor, muntahan darah korban tidak terindikasi adanya racun. Temuan ini sekaligus menepis adanya rumor yang menyebutkan korban tak sadarkan diri karena keracunan.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com