Gubernur Pastika Ajak Para Pelaku Pariwisata Pikirkan Arah Pengembangan Wisata Bali - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

5/13/16

Gubernur Pastika Ajak Para Pelaku Pariwisata Pikirkan Arah Pengembangan Wisata Bali


Denpasar, Dewata News. Com - Para pelaku pariwisata yang menjadi ujung tombak pengembangan wisata diharapkan ikut memikirkan arah pariwisata Bali saat ini, agar sektor pariwisata yang menjadi penunjang utama perekonomian Bali bisa tetap stabil dan cenderung semakin berkembang. Konsep pariwisata budaya yang diusung dalam pengembangan wisata Bali pun perlu direview kembali, yakni bisa berubah mengikuti perkembangan yang ada tanpa meninggalkan konsep nilai-nilai yang ada didalamnya. 

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima audensi rombongan pengurus Bali Tourism Board (BTB) yang langsung dipimpin Ketua BTB, IB Ngurah Wijaya, di ruang kerja Gubernur Bali, Jumat (13/5). 

“Saya harapkan para stake holder bisa ikut memikirkan arah pariwisata saat ini, mau kemana kita sebenarnya. Saat ini beberapa lokasi tujuan wisata kita sudah ditinggalkan, mari kita lihat seputaran Batu Bulan, Celuk dan Sukawati yang sudah sepi ditinggalkan pengunjungnya, apanya yang salah. Mungkin perlu kita review kembali, apa yang harus dilakukan, roadmap pengembangan mungkin perlu dirubah, orientasi pun mungkin perlu dirubah, karena disekeliling kita terus berubah. Kalau kita bisa berubah mengikuti perkembangan dan permintaan pasar baru kita akan bisa berkembang,” cetus Gubernur Pastika.

Pada pertemuan tersebut, Gubernur Pastika pun bercerita panjang lebar tentang kiat-kiat pengembangan pariwisata, yang diharapkan  mengutamakan 4 faktor penting yang menentukan berkembangnya pariwisata diantaranya faktor produk yakni daerah tujuan wisata, kualitas, fasilitas, serta promosi. 

“Disamping faktor produk, kualitas, dan fasilitas, faktor promosi juga sangat penting. Salah satunya mungkin bisa kita kembangkan dalam bentuk souvenir yang bisa dibawa pulang oleh para wisatawan, yang tentunya akan menjadi media promosi setelah wisatawan itu kembali ke Negaranya. Dalam souvenir itu bisa kita selipkan brosur, CD yang berisi daerah tujan wisata di Bali serta handycraft sebagai cenderamata, sehingga berkesan,” imbuh Pastika. 

Lebih jauh, Gubernur Pastika pun menekankan pentingnya kualitas Sumber daya Manusia bagi para bekerja di sektor pramuwisata, karena citra satu daerah wisata juga ditentukan oeh pelayanan dan apa yang disampaikan oleh mereka. Sebagai dukungan, Pastika berjanji akan meningkatkan anggaran pelatihan para pramuwisata. 

“Kualitas SDM pramuwisata itu juga sangat penting, mereka harus bisa melayani dengan baik dan bisa menciptakan sesuatu yang berkesan melalui apa yang mereka sampaikan. Jadi pramuwisata harus mempelajari Human Touching agar mengena di hati wisatawan. Oleh karena itu saya sangat mendukung kursus-kursus SDM bagi para pramuwisata,” pungkas Pastika.

Gubernur Pastika yang kala itu turut didampingi Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, juga berkesempatan menceritakan seputar pembangunan RS Internasional Bali Mandara yang diapresiasi oleh rombongan karena akan dikembangkan sebagai tourism hospital, disamping tujuan utamanya sebagai  rumah sakit nya masyarakat kurang mampu.

Sementara itu, rombongan yang juga diikuti oleh Ketua Panitia Kongres BTB ke-II, Ketut Juares dalam pertemuan itu juga menyampaikan agenda BTB yang akan melaksanakan kongres yang ke-II Tanggal 14 Mei 2016, untuk memilih kepengurusan yang baru. Ia sangat berharap pengurus yang terpilih nantinya bisa dilantik oleh Gubernur Bali dan memberikan pandangan-pandangan serta petunjuk-petunjuk pengembangan pariwisata di Bali. 

Hubungan yang sudah terjalin baik antara BTB dengan Pemprov selama ini pun diharapkan dapat terus ditingkatkan. Ia pun sangat mengapresiasi langkah Pemprov membangun RS Internasional Bali Mandara di kawasan wisata Sanur karena dianggap bisa meningkatkan perekonomian masyarakat diseputar wilayah tersebut. 

“Pengembangan hospital tourism karena dibangunnya RS Internasional Bali Mandara kami rasa sangat bagus, dan itu ditanggapi positif oleh lingkungan, ekonomi kerakyatan akan hidup, warung-warung disana pun kami lihat sudah mulai berbenah,” ujar Juares. (DN - HuM)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com