Buleleng, Dewata New.com — Dimotori DPD Partai Golkar Kabupaten Buleleng, Minggu (28/02) siang di Singaraja dilakukan pembentukan Koalisi Bali Mandara (KBM) untuk “melawan” calon kandidat Bupati-Wakil Bupati Buleleng yang diusung PDIP, Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (PASS) pada Pilkada Buleleng Tahun 2017 mendatang.
”Sebagai pertemuan perdana kami Koalisi Bali Mandara yang merupakan kekuatan politik dari beberapa partai politik (parpol) diluar PDIP ingin mengulang sukses ketika mengusung Pasti-Kerta (Mangku Made Pastika-Ketut Sudikerta) pada Pilkada Bali 2013 lalu. Sekaligus menjawab keinginan masyarakat yang selama ini tampilnya incumbent pada Pilkada Buleleng 2017 ‘sing ade lawan’ melalui Koalisi Bali Mandara yang akan mengusung putra terbaik menjadi calon bupati dan calon wakil bupati nanti,” kata Ketua DPD Partai Golkar Buleleng Nyoman Sugawa Korry usai memimpin pertemuan siang itu.
Pada pertemuan perdana siang itu, selain dihadiri Ketua dan pengurus Partai Golkar Buleleng, juga Ketua DPC Partai Gerindra Jro Nyoman Rai Yusha, Ketua DPC Partai Demokrat Luh Gede Heryani maupun jajaran pengurus Partai Hanura. Secara khusus juga hadir Ketut Rochineng yang digadang-gadang akan maju sebagai calon kandidat bupati Buleleng, selain Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Dauh Wijana didampingi Suamba Negara.
Setelah pertemuan perdana ini, jelas Sugawa Korry, selanjutnya melakukan komunikasi politik KBM untuk menyatukan visi misi menghadapi Pilkada Buleleng 2017. ”Untuk mewujudkan kemenanganpada Pilkada Buleleng 2017 melawan incumbent harus head to head,” tegas Sugawa Korry.
Selain Ketut Rochineng yang saat ini sebagai Kepala BKD Provinsi Bali yang akan tampil dari unsur independen sebagai calon bupati ”menyerahkan diri” kepada KBM sesuai mekanisme parpol yang ada, Sugawa Korry member kesempatan kepada para pimpinan parpol mengajukan nama-nama calon kandidat bupati-wakil bupati masing-masing. Tapi yang jelas dan pasti, lanjut Sugawa Korry, Partai Golkar tidak mengajukan calon.
”Dengan semanggat Koalisi Bali Mandara ingin memenangkan ”pertarungan” Pilkada Buleleng 2017 mengulang sukses Pilgub Bali 2013 lalu. Karena itu, kami minta semua komponen masyarakat, dari pihak penyelenggara maupun pengusung calon jangan ada upaya-upaya mencederai demokrasi yang sudah kondusif di Buleleng, sehingga masyarakat pemilih menggunakan haknya sesuai hati nuraninya dan bebas dari segala bentuk tekanan,” tegas Sugawa Korry.
Wakil Ketua DPRD Bali Dapil Buleleng ini juga meminta jajaran pers pada Pilkada Buleleng 2017 ini menampilkan pemberitaan berimbang. Artinya, menjaga keseimbangan dalam peliputan tanpa tekanan.
Ketut Rochineng mengaku menyerahkan diri sebagai calon kepada Koalisi Bali Mandara sesuai mekanisme partai yang ada untuk bisa mengabdi lahir batin bagi “gumi” kelahirannya, Buleleng. ”Secara pribadi pak Mangku Pastika sudah merestui untuk maju pada Pilkada Buleleng dan lahir batin kami siap mengabdi untuk membangun Buleleng lebih baik dan ke depan lebih maju,” kata Rochineng.
Rochineng yang selama ini dikenal sebagai Ketua Laskar Bali mengaku, pada perhelatan Pilkada Buleleng 2017 mendatang, pasukan Laskar Bali ditempatkan di belakang.
Terkait ketokohan Rochineng sebagai Ketua Laskar Bali, Sugawa Korry mengatakan, bahwa Rochineng adalah tokoh intelektual spiritual.
Sementara itu Jro Nyoman Rai Yusha yang sejak dini diproklamirkan Partai Gerindra sebagai calon kandidat bupati Buleleng mengatakan, pihaknya menyerahkan mekanisme kepada Koalisi Bali Mandara. Karena dirinya maju sebagai bakal calon kandidat bupati diusung oleh Partai Gerindra. (DN ~ TiR).—
”Sebagai pertemuan perdana kami Koalisi Bali Mandara yang merupakan kekuatan politik dari beberapa partai politik (parpol) diluar PDIP ingin mengulang sukses ketika mengusung Pasti-Kerta (Mangku Made Pastika-Ketut Sudikerta) pada Pilkada Bali 2013 lalu. Sekaligus menjawab keinginan masyarakat yang selama ini tampilnya incumbent pada Pilkada Buleleng 2017 ‘sing ade lawan’ melalui Koalisi Bali Mandara yang akan mengusung putra terbaik menjadi calon bupati dan calon wakil bupati nanti,” kata Ketua DPD Partai Golkar Buleleng Nyoman Sugawa Korry usai memimpin pertemuan siang itu.
Pada pertemuan perdana siang itu, selain dihadiri Ketua dan pengurus Partai Golkar Buleleng, juga Ketua DPC Partai Gerindra Jro Nyoman Rai Yusha, Ketua DPC Partai Demokrat Luh Gede Heryani maupun jajaran pengurus Partai Hanura. Secara khusus juga hadir Ketut Rochineng yang digadang-gadang akan maju sebagai calon kandidat bupati Buleleng, selain Wakil Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Dauh Wijana didampingi Suamba Negara.
Setelah pertemuan perdana ini, jelas Sugawa Korry, selanjutnya melakukan komunikasi politik KBM untuk menyatukan visi misi menghadapi Pilkada Buleleng 2017. ”Untuk mewujudkan kemenanganpada Pilkada Buleleng 2017 melawan incumbent harus head to head,” tegas Sugawa Korry.
Selain Ketut Rochineng yang saat ini sebagai Kepala BKD Provinsi Bali yang akan tampil dari unsur independen sebagai calon bupati ”menyerahkan diri” kepada KBM sesuai mekanisme parpol yang ada, Sugawa Korry member kesempatan kepada para pimpinan parpol mengajukan nama-nama calon kandidat bupati-wakil bupati masing-masing. Tapi yang jelas dan pasti, lanjut Sugawa Korry, Partai Golkar tidak mengajukan calon.
”Dengan semanggat Koalisi Bali Mandara ingin memenangkan ”pertarungan” Pilkada Buleleng 2017 mengulang sukses Pilgub Bali 2013 lalu. Karena itu, kami minta semua komponen masyarakat, dari pihak penyelenggara maupun pengusung calon jangan ada upaya-upaya mencederai demokrasi yang sudah kondusif di Buleleng, sehingga masyarakat pemilih menggunakan haknya sesuai hati nuraninya dan bebas dari segala bentuk tekanan,” tegas Sugawa Korry.
Wakil Ketua DPRD Bali Dapil Buleleng ini juga meminta jajaran pers pada Pilkada Buleleng 2017 ini menampilkan pemberitaan berimbang. Artinya, menjaga keseimbangan dalam peliputan tanpa tekanan.
Ketut Rochineng mengaku menyerahkan diri sebagai calon kepada Koalisi Bali Mandara sesuai mekanisme partai yang ada untuk bisa mengabdi lahir batin bagi “gumi” kelahirannya, Buleleng. ”Secara pribadi pak Mangku Pastika sudah merestui untuk maju pada Pilkada Buleleng dan lahir batin kami siap mengabdi untuk membangun Buleleng lebih baik dan ke depan lebih maju,” kata Rochineng.
Rochineng yang selama ini dikenal sebagai Ketua Laskar Bali mengaku, pada perhelatan Pilkada Buleleng 2017 mendatang, pasukan Laskar Bali ditempatkan di belakang.
Terkait ketokohan Rochineng sebagai Ketua Laskar Bali, Sugawa Korry mengatakan, bahwa Rochineng adalah tokoh intelektual spiritual.
Sementara itu Jro Nyoman Rai Yusha yang sejak dini diproklamirkan Partai Gerindra sebagai calon kandidat bupati Buleleng mengatakan, pihaknya menyerahkan mekanisme kepada Koalisi Bali Mandara. Karena dirinya maju sebagai bakal calon kandidat bupati diusung oleh Partai Gerindra. (DN ~ TiR).—

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com