Pemahaman Terhadap Manjemen Pengelolaan Sampah dan Energi Perlu Ditingkatkan - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

10/15/15

Pemahaman Terhadap Manjemen Pengelolaan Sampah dan Energi Perlu Ditingkatkan


Badung, Dewata News. Com - Permasalahan sampah dan energi merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi oleh Pulau Bali sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata dunia. Pemahaman tentang manajeman pengelolaan sampah dan energi perlu ditingkatkan, karena dengan semakin banyaknya masyarakat yang memahami dan mengerti maka semakin mudah bagi Pulau bali untuk mewujudkan Bali sebagai pulau yang bersih dan hijau serta menggunakan energi terbarukan. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat membuka Focus Group Discussion dengan tema Pengembangan Bali Sebagai Kawasan Nasional Energi Bersih Melaui Program Waste To Energy Bali 2015 yang dilaksanakan oleh Bali Sustainable Development Foundation di Yudistira Ballroom, Hotel Mercure Bali Harvestland Kuta, Badung, Kamis (15/10).

“Belum maksimalnya sistem pengelolaan sampah di Bali dapat dilihat di TPA Suwung, sampahnya menumpuk sampai sekitar 40 Ha, sedangkan yang diijinkan hanya 10 Ha, itu artinya pemahaman tentang manajemen pengelolaan sampahnya masih sangat kurang”, tegas Sudikerta yang menurutnya kurangnya pemahaman tersebut akan berakibat munculnya permasalahan lainnya seperti polusi dan terancamnya kualitas perairan di kawasan Teluk Benoa yaang merupakan salah satu kawasan strategis pariwisata dan perekonomian Bali. 

Oleh karena itu Sudikerta mengharapkan adanya kegiatan diskusi ini mampu untuk mencarikan solusi terbaik dalam menangani permasalahan tersebut dan mampu menjadi titik acu bagi gerakan penanggulangan sampah dan energi bersih terbarukan di masa – masa mendatang serta adanya peningkatan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian alam. Lebih lanjut disampaikan Sudikerta, selain sampah, penerapan energi bersih terbarukan harus segera dilakukan di Bali mengingat Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia sehingga dengan adanya teknologi energi bersih terbarukan tersebut maka pariwisata Bali akan semakin berkualitas. 

“Energi bersih terbarukan itu  adalah energi yang ramah lingkungan, jadi kalau itu kita gunakan akan sangat bermanfaat bagi kita dan juga akan meningkatkan kualitas pariwisata kita sehingga menjadi mahal dan mampu memberikan manfaat positif bagi masyarakat dan pembangunan Bali”, jelas Sudikerta.

Senada dengan Sudikerta, Ketua Dewan Pembina Bali Sustainable Development Foundation, Made Swastika Adiguna , dalam laporannya menyatakan permasalahan manajemen sampah dan pasokan energi di Bali saat ini sudah menjadi isu nasional dan berbagai upaya telah dilakukan untuk mencari solusi permasalahan tersebut. 

Lebih lanjut disampaikannya, permasalahan sampah menurutnya memiliki keterkaitan dengan sistem penyediaan energi listrik. Oleh karena itu potensi pemanfaatan sampah menjadi enegi listrik jika dilaksanakan secara optimal maka TPA Suwung akan memberikan banyak kontribusi dalam penyediaan energi di Bali. Namun kenyataannya TPA Suwung kondisinya semakin memburuk dan mengancam kawasan mangrove dan kualitas perairan di sekitarnya. Hal itulah yang diharapkan mempu untuk dicarikan solusi dengan dilakukannya kegiatan diskusi tersebut.

Kegiatan diskusi yang melibatkan narasumber dari Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Kemeterian PU dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia serta Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, kemudian dibuka secara resmi oleh Wagub Sudikerta. (DN - HuM)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com