Ngembak Geni Sehari Selepas Nyepi - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

3/22/15

Ngembak Geni Sehari Selepas Nyepi


Buleleng, Dewata News.com - Dalam setiap upacara yang dilakukan terkandung berbagai tujuan yang hendak dicapai. Apalagi upacara yang dimaksud bertema dan mengandung pesan keagamaan. Upacara Ngembak Geni yang kerap dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali digelar untuk bersembahyang dan memanjatkan doa kepada Sanghyang Widhi Wasa supaya diberikan kemudahan dan kebaikan sehingga bisa kembali menjadi manusia yang baru.

Ditinjau dari etimologi, Ngembak berasal dari bahasa setempat yang memiliki makna “bebas” dan Geni artinya ialah api. Sehingga “Ngembak Geni” bermakna bebas dalam menyalakan api. Dalam artian yang lebih luasnya, Ngembak Geni berarti terbebas dan dipersilakan kembali untuk melakukan berbagai macam aktifitas seperti sedia kala. Hal ini dimaksudkan karena ketika Upacara Nyepi dilakukan seluruh aktifitas masyarakat Hindu dihentikan dan baru diperbolehkan untuk aktifitas kembali setelah hari raya besar itu selesai.
   
    Ngembak Geni, yaitu mengakhiri tapa-berata-yoga-samadi, dan ber-”Dharma Santi” dalam bentuk saling berkunjung dan saling memaafkan.

    Tahap selanujtnya dari perayaan Nyepi, adalah nunas tirta amertha pada Purnama Kadasa, di saat mana Ida Sanghyang Widhi memberkati dunia dan isinya agar sejahtera menghadapi tahun yang akan datang.

    Sementara inti Dharma Santi adalah filsafat Tattwamasi yang memandang bahwa semua manusia sebagai ciptaan Ida Sanghyang Widhi Wasa hendaknya saling menyayangi. "Kita senantiasa mohon maaf kehadapan-Nya ketika ma-Puja Trisandya dengan ucapan OM KSAMASWAMAM MAHADEWA SARWA PRANI HITANGKARAH. Tetapi jika kita tidak memaafkan orang lain, maka doa itu akan sia-sia, tidak dikabulkan Ida Sanghyang Widhi Wasa". (DN~*).-

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com