Cerita Sisi Gelap Kru Pesawat: Dari Udara Turun ke Ranjang - Dewata News

Breaking News

Home Top Ad

Gold Ads (1170 x 250)

1/7/15

Cerita Sisi Gelap Kru Pesawat: Dari Udara Turun ke Ranjang

 Ini yang bisa dilakukan ketika terbang

Dewata News.com – Ah, mata lelaki mana sobat lintas yang tak tertarik dengan sosok awak kabin pesawat terbang komersil, dalam hal ini adalah pramugari yang sebagian besar penampilannya bak model. selain cantik, pramugari juga dituntut professional, serta mampu menjadi psikolog para penumpang yang memiliki masalah di udara.

    Tak hanya menyajikan teh, membuat kopi, atau hanya sekedar mengambilkan air panas.     Pramugari juga dituntut tampil sedap dipandang walau dalam tekanan sekalipun. Oleh sebab itu, profesi ini memang tak mudah. Selain harus memiliki perilaku atau etika yang cukup baik, pramugari harus dapat membaca keadaan, dan menjadi penyampai atau penyambung lidah pilot kepada penumpang.

    Namun, banyak sisi lain yang terjadi di lingkungan para penerbang. Sekali terbang domestik, pilot biasanya membutuhkan 4-5 pramugari yang salah satu diantaranya adalah pramugari senior dan pramugari baru.

    Hubungan antara pilot dan pramugari memang sedemikian intens. Selain selalu berada dalam pesawat yang sama, saat terbang maupun saat singgah. RON (remain over night) atau singgah semalam memang cukup jamak dijalani oleh kehidupan para penerbang, tak terkecuali pramugari dan pilot.

    Mereka pun mendapatkan fasilitas penginapan berupa hotel mewah, hingga mess, tergantung maskapai penerbangnya. Nah, terkadang disanalah sering terjadi hubungan terlarang antara pilot dan pramugari. Belum lagi ketika mereka melepas penat dengan mendatangi tempat hiburan malam di kota lain saat RON.

   "Kita dalam sehari minimal dua kali rute penerbangan, dihitung dua kali terbang dua kali landas," kata Vivi, nama samaran, pramugari maskapai swasta, seperti dikutip dari merdeka.com.

    Dalam tujuan rute penerbangan, mereka tak jarang diberikan fasilitas penginapan sama setelah asyik menikmati gemerlap dunia malam. Tak jarang, ketegangan bersama di udara bisa diturunkan sampai urusan ranjang.

    Asiknya, Pilot bisa kongkalikong dengan manajemen maskapai pengatur jadwal kru untuk memilih pramugari incarannya. Satu tim terdiri dari pramugari senior beserta pramugari angkatan terbaru.

    "Biasanya di ruang penjadwalan kru, pilot bisa minta sesuai keinginan, itu sebetulnya tidak boleh. Tapi hanya urusan jadwal terbang bersama saja," terang Vivi lagi.

     Tak dapat dipungkiri, dengan bersama dalam satu jadwal, pramugari dan pilot bisa saling dekat saat di udara. Bahkan pilot 'genit' bisa meminta kebutuhan seperti kopi, teh, atau sekadar makanan ringan kepada pramugari incarannya.

    Asal tau aja sobat lintas, senioritas masih berlaku di lingkup kru penerbangan. Dan, rata-rata pramugari senior sudah cukup akrab dengan dunia malam. Dengan seringnya pilot memilih pramugari incarannya, otomatis akan menambah bonus sang pramugari. Artinya, pramugari yang sering diajak terbang pilot akan lebih banyak mendapat bonus.

     Dalam sebulan pramugari bisa mengantongi belasan juta rupiah, dan kalau dihitung bisa mencapai 90 jam terbang. Bekerja dalam waktu penuh sang pramugari bisa mengantongi Rp 12 juta.

    Fenomena Pilot dan pramugari dari urusan terbang hingga turun ke ranjang memang bukan rahasia lagi sobat lintas. Tentunya semua kesepakatan bisa mempengaruhi karier sang pramugari.

     Namun begitu, tak semua kru penerbang terlelap dengan glamornya fenomena tersebut. Masih banyak pilot dan pramugari yang memilih untuk menjalani profesi dengan baik dan sayang keluarga. (DN~*).—

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com