
Buleleng (Dewata News)
Traffick Light atau lampu pengatur lalu-lintas yang berada di lintasan Jalan Laksamana Desa Baktiseraga bakal dikaji ulang, sebab dua lampu pengatur lalu lintas pada persimpangan jalur tengah di Singaraja itu kerap memunculkan kesemrawutan.
Tingginya arus lalu lintas yang disertai dengan aktivitas diseputaran
lokasi lampu pengatur lalu-lintas yang berada di simpang Baktiseraga–Sambangan
dan simpang Baktiseraga–Panji sering membuat kesemrawutan, selain itu juga
dukungan jalan raya nampaknya tidak mendukung dipasangnya dua lampu pengatur
lalu-lintas tersebut.
Kepala Satuan Lalu-Lintas Keplisian Resor Buleleng Ajun Komisaris I
Nengah Patrem di Singaraja, Selasa (01/04) mengatakan, pihaknya akan menyikapi secara
bersama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng.
”Menyikapi kondisi tersebut, kami telah melakukan kajian dan evaluasi,
termasuk menempatkan sejumlah personil pada waktu tertentu untuk mengambil alih
pengaturan lalu lintas menyesuaikan dengan kondisi arus lalu lintas,” katanya.
Ia
mengungkapkan, pihaknya masih melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng dalam
menyikapi kondisi arus lalu lintas di kedua persimpangan di Jalan Laksamana
Desa Baktiseraga itu.
“Penyebab kesemrawutan di kedua lampu pengatur lalu-lintas tersebut,
lebih banyak disebabkan adanya aktivitas atau kegiatan di beberapa titik tidak
jauh dari lokasi lampu merah, sehingga kondisi itu akan dikaji kembali bersama
pihak-pihak terkait.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng Made Arya
Sukerta di tempat terpisah mengatakan, pihaknya tengah melakukan pengamatan dan
kajian terhadap lampu pengatus lalu lintas di dua persimpangan ujung timur
maupun ujung barat Desa Baktiseraga terebut.
”Dua
lampu pengatur
lalu-lintas pada persimpangan di lintasan Jalan Laksamana itu
dengan durasi waktu 100 detik memberikan dampak antrean yang cukup panjang yang
berakibat terjadinya penumpukan kendaraan, belum lagi dengan beberapa kegiatan
di sekitar lokasi lampu pengatur lalu lintas tersebut,” imbuhnya. (DN~TiR).—
No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com