Dewata News - Buleleng
Waduk atau Bendungan Titab yang berlokasi di perbatasan Seririt dan Busungbiu, Buleleng, Bali, diharapkan akan rampung dan beroperasi tahun ini. Selain bermanfaat bagi pengairan sawah dan penyediaan air bersih, waduk ini juga mempunyai potensi yang cukup besar di bidang pariwisata dan perikanan.
Hal ini disampaikan ahli infrastruktur yang juga calon DPD Bali, AA Putu Ngurah Wirawan, usai meninjau lokasi proyek waduk Titab di Buleleng. Menurut Ngurah Wirawan, untuk saat ini, kawasan sekitar Waduk Titab belum ditata dengan baik. Padahal untuk sebuah kawasan yang mempunyai potensi di bidang pariwisata dan perikanan, kawasan ini memerlukan penataan kawasan sejak dini.
Waduk Titab, kata Ngurah Wirawab, merupakan contoh infrastruktur yang dibangun dengan perencanaan yang baik. Pembangunan waduk Titab di Buleleng ini bisa menjadi potensi ekonomi untuk pengembangan wilayah tersebut. Waduk Titab yang dibangun di atas lahan seluas 138 hektar ini dijadwalkan selesai dan beroperasi pada 2014. Setelah jadi, waduk tersebut akan mampu mengairi sawah di area irigasi Saba dan Puluran Buleleng seluas 1.794,82 hektar.
Waduk Titab juga dapat memenuhi kebutuhan air bersih sebesar 350 liter/detik di tiga kecamatan yakni Seririt, Banjar, dan Busungbiu. Total volume yang dapat ditampung Waduk Titab nantinya sebesar 12,8 juta meter kubik, dengan luas daerah aliran sungai sebesar 69, 54 kilometer persegi. Sementara total biaya pembangunan waduk ini sebesar Rp 428,7 miliar lebih yang dianggarkan selama empat tahun dari dana APBN Kementerian PU.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com