
Denpasar (Dewata News)
Usai melaksanakan hari Raya Nyepi Masyarakat Banjar Kaja Kelurahan Sesetan menggelar tradisi unik yang dikenal dengan “Omed-omedan” dan selalu digelar setiap tahun pada saat Ngembak Geni ( Sehari setelah Nyepi ). Omed-omedan sendiri diselenggarakan oleh pemuda dan pemudi asli Banjar Kaja Sesetan dengan cara tarik-tarikan hingga ciuman sebagai wujud kebahagiaan di saat Ngembak Geni.
Meskipun
setiap pelaksanaan Tradisi Omed-omedan identik dengan ciuman antara Pemuda
Pemudi, namun sesuai dengan kamus besar Omed-omedan memiliki arti tarik-tarik
menarik. Masyarakat Banjar Kaja menolak keras tudingan image atau
kesan bahwa Omed-omedan identik dengan ciuman. Tradisi ini hanya sebagai bentuk
luapan kebahagiaan Pemuda-Pemudi saat melakukan Omed-omedan usai melakukan
perayaan Nyepi sehari penuh.
Kepala
Lingkungan Banjar Kaja mengatakan “Omed-omedan merupakan salah satu warisan
tradisi. Tujuan diantaranya kita mensyukuri berlalunya tahun baru saka yang
lama dan menyambut tahun saka yang baru. Didalam mensyukuri itu salah satu
bentuknya ini (tradisi Omed-omedan) untuk melekatkan silahturahmi sesama anak
muda sekitar Banjar Kaja Sesetan,” ungkap Made Sukaja.
Dalam pelaksanaan omedan-omedan hari ini Selasa
(01/04) sejumlah pemuda-pemudi mengalami kerauhan (kesurupan dalam istilah
Bali) usai melaksanakan tradisi Omed-omedan. Hal ini menurut Made Sukaja
sebagai bentuk restu dari yang menaungi Pura Banjar Kaja.(DN~SB).—
No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com