
Buleleng (Dewata News)
Putaran kampanye terakhir Pemilu Legislatif 2014 di Kabupaten Buleleng, Kamis (3/04) giliran PDI Perjuangan turun ke jalan, meski tanpa menggelar kampanye terbuka.
Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Buleleng Gede Supriatna ketika dihubungi,
Rabu (2/04) malam mengatakan, pada tahapan kampanye ini mengundang Ketua Umum
DPP PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri untuk lebih memantapkan kader dan
simpatisan partai berlambang banteng gemuk dalam lingkaran di kabupaten ujung
utara Bali ini.
\”Ibu Mega sudah tiba di Buleleng dan bermalam di Desa Munduk,Kecamatan
Banjar dan besok pagi mulai pukul 08.00 Wita ibu mengunjungi jajaran partai di
lapangan Desa Busungbiu menyaksikan pameran makanan khas Buleleng,” ungkapnya
via ponsel semalam.
Menurut petahana Caleg DPRD Buleleng dari Dapil Kubutambahan-Tejakula
ini, dari Busungbiu, Ibu Mega mengunjungi bendung Gerokgak dan selanjutnya ke
Desa Sanggalangit dalam kampanye tertutup di gedung desa setempat.
Megawati Soekarnoputri ketika kampanye di pelataran Benteng Kuto Besak
(BKB) Palembang, Sumatera Selatan, (28/03) lalu menegaskan, untuk memuluskan
langkah Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden terlebih dahulu harus memenangkan
PDI Perjuangan dalam pemilu legislatif (Pileg) yang akan berlangsung 9 April
mendatang. "Kalau kalian mendukung Pak Jokowi menjadi presiden, maka Pileg
ini harus juga dimenangkan PDIP dulu," kata Megawati.
Ketua Umum PDI Perjuangan mengatakan pencalonan Jokowi dalam persaingan calon presiden akan terganjal apabila PDI Perjuangan tidak mendapatkan suara minimal 20 persen dalam Pileg. "Kita mesti mencapai minimal 20 persen. Dengan 20 persen, baru kita bisa mendukung Jokowi sebagai capres kita,” ujar beliau
Dalam kesempatan itu, Megawati meminta kader PDI Perjuangan terus bekerja keras demi memenangi pemilu legislatif. Beliau juga berharap masyarakat mempercayakan suaranya kepada PDI Perjuangan agar Jokowi bisa menjadi presiden. (DN~TiR).—‘
No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com