Jembrana (Dewata News)
Tiga hari sebelum pergantian Tahun Saka 1935 menuju Tahun Saka 1936
yang dirayakan dengan Panyepian, Jumat (28/3) pagi hingga siang sebagian
besar pantai di Jembrana dipadati ribuan umat Hindu untuk melaksanakan
Upacara Melasti sebagai bagian dari prosesi pelaksanaan Hari Suci Nyepi
Tahun Baru Saka 1936 yang jatuh pada hari Senin (31/03).
Dalam Upacara Melasti di Jembrana ratusan pralingga dan pratima dari
seluruh pura termasuk mrajan dadia se- Jembrana yang sangat disakralkan,
bahkan disucikan oleh umat Hindu turun ke laut untuk mendapatkan
percikan air suci / tirta amerta yang diyakini akan mampu meningkatkan
kesucian pralingga maupun pratima tersebut.
Sebanyak 13 titik
pantai di Jembrana menjadi pusat pelaksanaan Melasti yang digelar
setahun sekali setiap menjelang Perayaan Nyepi.
Ratusan
pralingga dan pratima yang diiring oleh penyungsungnya masing-masing
sekitar pukul 07.00 Wita sudah dibawa ke Pura Segara dekat pantai dengan
berjalan kaki dan diikuti oleh umat dari Desa Pakraman masing-masing.
Bupati Jembrana I Putu Artha
saat Melasti berlangsung melakukan pemantauan sekaligus persembahyangan
bersama dengan ribuan umat Hindu di tiga titik Pelastian, yaitu di Pura
Segara Yeh Kuning, Pura Segara Pengambengan dan Pura Segara Candikusuma.
Sementara Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melakukan
pemantauan dan persembahyangan di Pantai Pangyangan.
Menurut
Bupati Artha, pelaksanaan Melasti merupakan bagian dari tahapan
pelaksanaan Hari Raya Nyepi sebagai pergantian tahun caka. Melasti ini
menurut Artha memiliki makna untuk menyucikan pralingga, pratima maupun
tapakan yang ada di setiap pura maupun mrajan.
"Setelah melasti juga dilaksanakan pecaruan di setiap catus pata, baik di desa, kecamatan
maupun kabupaten, maksudnya adalah untuk nyomya (melebur) hal-hal buruk
menjadi baik dan berguna bagi kehidupan umat “ kata Artha. (DN~HJ/TiR).--

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com