Tindak Lanjuti MoU, Pemkab Buleleng Kunjungi BATAN

Jakarta, Dewata News. Com —  Sebagai tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Tenaga Nuklir Nasiona...


Jakarta, Dewata News. Com — Sebagai tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dengan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST tentang pemanfaatan nuklir untuk kesejahteraan masyarakat Buleleng, Pemkab Buleleng melalui OPD terkait kembali mengunjungi kantor BATAN di Jakarta, Rabu (25/10).
 
Kunjungan ke BATAN kali ini, khusus memperkenalkan hasil teknologi nuklir yang akan dikembangkan di Buleleng, seperti varietas beras merah dengan waktu panen singkat yang akan dikembangkan di Buleleng. Selain itu, BATAN juga memperkenalkan teknologi nuklir untuk pertanian kepada petani dan juga peternak yang diajak ikut mengunjungi BATAN.
 
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Ir. Nyoman Swatantra, MMA yang ikut dalam kunjungan ini menjelaskan, kunjungan kali ini berfokus pada bidang pertanian. Beberapa teknologi nuklir dalam pengembangan pertanian juga diberikan di BATAN.
 
Rombongan Pemkab Buleleng juga diberikan kesempatan untuk menjajal dan melihat teknologi untuk pertanian, seperti lab yang digunakan untuk pengembangan benih varietas terbaru dan diberikan penjelas langsung. ”Memang ada varietas baru yang mau diluncurkan dan rencananya dikembangkan di Buleleng. Rombongan dan para petani juga diberikan pelatihan bagaimana cara menghindari hama penyakit seperti pada buah jeruk,” jelasnya.
 
Rencananya, pihak BATAN juga akan mengunjungi Kabupaten Buleleng untuk mengetahui secara langsung hal-hal apa saja yang diperlukan di Kabupaten Buleleng. Setelah mengetahui hal tersebut, BATAN akan memberikan pendampingan untuk pemanfaatan teknologi nuklir di Kabupaten Buleleng. Apa yang perlu diperbaiki, khususnya pengendalian hama penyakit dan varietas unggul yang akan dikembangkan. “Setelah pertemuan ini, BATAN berencana untuk datang langsung ke Buleleng,” ungkap Swatantra.
 
Swatantra menambahkan, beras merah gobleg dan munduk sudah dibawa ke BATAN untuk di irradiasi. Tujuannya adalah untuk mempercepat masa tanam. Seperti diketahui, beras merah Gobleg dan Munduk memerlukan waktu enam bulan sekali panen. Oleh karena itu, beras merah dari kedua desa ini dicoba untuk diiradiasi.
 
 ”Irradiasi ini bertujuan untuk mempersingkat masa tanam dari enam bulan menjadi empat bulan bahkan kurang untuk bisa berproduksi termasuk beras Sudaji. Mudah-mudahan hari ini bisa kita bawa dan dikembangkan oleh penangkar yang kita ajak ke BATAN,” ujar Swatantra. (DN ~ TiR).-- 

Berita Terkait

Kabar Buleleng 5246556218324842524

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item