Sebanyak 669 Orang Meninggal Dari 17.280 Penderita HIV/AIDS di Bali

Buleleng, Dewata News. Com — Sebanyak 669 orang meninggal dunia dari 17.280 penderita HIV/AIDS di Bali dan dari yang terinveksi ada yan...


Buleleng, Dewata News. Com —Sebanyak 669 orang meninggal dunia dari 17.280 penderita HIV/AIDS di Bali dan dari yang terinveksi ada yang berusia 17 tahun.
 
Dari data yang dihimpun Dewata News.com pada Dinas Kesehatan Provinsi Bali menunjukkan rata-rata peningkatan kasus HIV/AIDS per-bulannya berkisar antara 100 hingga 130 kasus dan hal itu terdiagnosa setelah penderitanya masuk pada stadium AIDS.
 
Jika ditelaah lebih jauh, jumlah penderita HIV/AIDS di Bali hingga kini mencapai 17.280 orang. Dari angka sebanyak itu dilaporkan meninggal dunia sebanyak 669 orang, sedangkan 16.611 orang masih hidup yang patut diwaspadai penyebarannya.
 
Selama ini daerah di Bali yang warganya paling banyak terinveksi HIV/AIDS, yakni Kota Denpasar mencapai 6.764 orang, menyusul Kabupaten Badung 2.815 orang.
 
Tanpa menyebut angka-angka, Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengakui, Buleleng menempati peringkat ke-3 di Bali untuk jumlah penderita HIV/AIDS. Ia menjelaskan, bahwa HIV menyebabkan AIDS dan mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.
 
“Mereka itu banyak tinggal di luar daerah, namun ber-KTP Buleleng, sehingga masuk dalam barisan penderita di Bali Utara”, ucapnya disela-sela penilaian Lomba KSPAN di SMP Negeri 3 Singaraja, Selasa (03/10) lalu.
 
Dengan terbentuknya Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN), menurut Wabup Sutjidra, sangat membantu pemerintah dalam menekan masalah HIV/AIDS.
 
Dokter ahli kandungan ini menyadari, bahwa kasus HIV/AIDS dan Narkoba di Buleleng khususnya dan Bali pada umumnya belum dapat ditekan secara tuntas, sehingga mengajak seluruh komponen masyarakat bersama-sama pemerintah menyatakan perang terhadap kasus HIV/AIDS dan Narkoba.
 
Wabup Sutjidra menjelaskan, masih tingginya kasus HIV/AIDS di Buleleng menunjukkan betapa besar risiko yang dihadapi oleh kelompok penduduk usia muda saat ini, sehingga diperlukan kepedulian yang lebih serius dan tindakan yang nyata dari semua pihak.
 
Menurut Wabup Sutjidra, persoalan penyakit menular seksual, khususnya AIDS di Buleleng walaupun masih dibawah Badung dan Denpasar, tetapi sangat penting secara dini mendapat perhatian, khususnya kelompok masyarakat yang rentan terhadap prilaku seksual yang beresiko tinggi agar pekembangannya dapat ditekan.
 
”Demikian juga dengan pemakai Narkoba, sebagian besar dari mereka adalah usia sekolah. Oleh karenannya, penting bagi kita semua untuk sedini mungkin mencegah dan menekan penyebaran HIV/AIDS melalui cara apapun,” imbuhnya. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kesehatan 4628775069811881655

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item