Pengungsi Semeton Karangasem di Tejakula Menolak Direlokasi

Buleleng, Dewata News. Com — Rencana Pemkab Buleleng untuk merelokasi pengungsi di wilayah Kecamatan Tejakula ke Kecamatan Kubutambahan...


Buleleng, Dewata News. Com —Rencana Pemkab Buleleng untuk merelokasi pengungsi di wilayah Kecamatan Tejakula ke Kecamatan Kubutambahan, Sawan dan Sukasada mendapat penolakan dari semeton Karangsem di pengungsian.
 
Saat ditemui di lokasi pengungsian yang cukup memprihatinkan, di dekat jembatan Desa Sambirenteng, Rabu (18/10), salah satu warga, Jro Mangku Kebung mengaku, lebih baik ia bertahan di tempat pengungsian yang ada saat ini.
 
Karena jika direlokasi di tempat yang direncanakan pemerintah daerah di Kecamatan Kubutambahan, Sawan dan Sukasada, jaraknya sangat jauh dari tempat asalnya Desa Ban Kecamatan Kubu, Karangasem. Karena selama ini mereka sewaktu-waktu pulang menengok rumah di Desa Ban.
 
“Saya disini saja, supaya dekat dengan rumah, ke desa saya. Kalo saya pindah dari sini, jaraknya lebih jauh, saya sudah tua”, ucapnya
 
Sementara itu pengungsi dari Kabupaten Karangasem di Desa Tembok yang kini memasuki hari ke-28, jumlahnya semakin berkurang. Jika sebelumnya mereka berjumlah mencapai 7.000 orang lebih, kini tinggal 6.000 orang.
 
Perbekel Desa Tembok Dewa Nyoman Yudi menyatakan, berkurangnya pengungsi di desanya karena kebanyakan mereka sudah jenuh tinggal di pengungsian, dan merekapun memilih untuk pulang ke desanya, walaupun status Gunung Agung masih dalam level awas.
 
Terkait dengan keberadaan pengungsi yang ada saat ini, menurut Perbekel Desa Tembok, Dewa Nyoman Yudi, yang diperlukan sekarang bagi pengungsi adalah menyangkut sosialisasi atau simulasi jika Gunung Agung betul-betul meletus.
 
“Bagaimana kalau meletus, bagaimana paniknya mereka, muat gak jalur jalan utama ini untuk menampung puluhan ribu masyarakat Kecamatan Kubu yang akan bergeser ke Buleleng”, ungkapnya.
Terkait dengan rencana relokasi pengungsi ke Kecamatan Kubutambahan, Sawan dan Sukasada, menurut Perbekel Desa Tembok, wajar pengungsi menolak, karena di tempat pengungsian mereka sudah merasa aman dan nyaman, disamping itu juga mereka dekat dengan desa asal dan sewaktu waktu bisa pulang ke desanya. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 5524035955082464702

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item