Pertama di Indonesia, PDAM Buleleng Punya Kualitas Air Siap Minum

Buleleng, Dewata News. Com — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Buleleng merupakan PDAM pertama di Indonesia yang memiliki da...


Buleleng, Dewata News. Com —Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Buleleng merupakan PDAM pertama di Indonesia yang memiliki daerah pelayanan dengan kualitas air siap minum. Daerah pelayanan air siap minum ini diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 18 September 1999.
 
Pembentukan daerah pelayanan air siap minum di Kabupaten Buleleng merupakan bagian dari proyek GTZ-DWQS. Sementara pelaksanaan proyek DWQS (Drinking Water Quality Survaleance) itu dimulai sejak tahun 1991 hingga tahun 1997 melalui bantuan teknis dan pengadaan peralatan laboratorium.
 
Daerah pelayanan air siap minum di Kabupaten Buleleng mencangkup wilayah sebelah barat Kota Singaraja dan kawasan wisata Lovina. Sistem penyediaan air minum diwilayah ini bersumber dari mata air Mumbul yang dipompakan ke reservoir Tegal Sari. Dari reservoir ini, air dialirkan secara gravitasi hingga titik terujung di Desa Temukus, Kecamatan Banjar.
 
Menapaki 31 tahun keberadaan PDAM Kabupaten Buleleng tahun 2017 saat ini, melalui perbincangan khusus Direktur Utama (Dirut) PDAM Kabupaten Buleleng, I Made Lestarisana, SE denganDewata News.com, beberapa waktu lalu memaparkan, bahwa PDAM Kabupaten Buleleng tergolong sebagai perusahaan yang sehat.
 
Penilaian kinerja yang baik dan sehat ini sudah diluncurkan pada tahun 2015, baik oleh Kemendagri maupun dari BP SPAM (Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum).
 
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tergolong perusahaan yang sehat, PDAM Kabupaten Buleleng, telah menerima Tropy TOP BUMD 2017 yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri di Balai Kartini Kuningan Jakarta, tanggal 24 Mei 2017 lalu.
 
Kendati sebagai TOP BUMD 2017, Dirut PDAM Buleleng, Made Lestariana mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi pelayanan terhadap pelanggannya. Penilaian yang baik tidak akan lepas dari sejumlah aspek penilaian, seperti sistem keuangan, administrasi dan operasional yang baik.
 
Ia juga memaparkan, bahwa pembangunan bidang air bersih di Kabupaten Buleleng melalui PDAMmenitik beratkan pada dua hal pokok, yaitu pembangunan sarana dan prasarana air bersih, baik dalam jumlah maupun kualitas yang memadai, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
Dirut PDAM Kabupaten Buleleng, I Made Lestariana mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai arti penting air bersih, yang memenuhi syarat kesehatan, serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber air dan lingkungan hidup berdasarkan falsafah ”Tri Hita Karana”.
 
”Sejalan dengan kebijakan tersebut, kami beserta jajaran PDAM Kabupaten Buleleng telah berusaha meningkatkan pelayanan air bersih, sehingga tercipta masyarakat yang sehat dan sejahtera. Untuk mewujudkan hal tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, namun juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat,” ungkap Dirut PDAM Kabupaten Buleleng, Made Lestariana.
 
Upaya-upaya yang telah ditempuh PDAM Kabupaten Buleleng, menurut Made Lestariana, seperti penambahan kapasitas produksi, penambahan reservoir, penambahan jaringan pipa transmisi distribusi, penambahan sambungan rumah, hydran umum maupun pelayanan mobil tangki telah dapat menunjukan hasil yang positif, namun tidak dipungkiri masih banyak masyarakat yang belum menikmati air bersih.
 
Dari berbagai upaya yang telah ditempuh itu, lanjut Made Lestariana, perlunya terus diupayakan peningkatan pelayanan air bersih untuk mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buleleng.
 
Made Lestariana juga mengatakan, sebagai bentuk kepedulian dan perhatian perusahaan milik Pemkab Buleleng ini, setiap tahun secara rutin menyisihkan bagian laba PDAM Kabupaten Buleleng yang diperoleh untuk Legiun Veteran RI di Kabupaten Buleleng dalam bentuk bantuan dana sosial guna menunjang biaya operasional,
 
Menurut Lestariana, bantuan dana sosial tersebut setiap tahun diserahkan pada moment HUT LVRI, dan mulai tahun 2017 ini penyerahan bantuan dana sosial itu diserahkan pada acara tatap muka Pemkab Buleleng dengan LVRI serangkaian HUT ke-72 Kemerdekaan RI.
 
Penyerahan CSR dari PDAM Buleleng kepada LVRI Kabupaten Buleleng saat itu diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Buleleng Dr Nyoman Sutjidra, Sp.OG didampingi Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna, SH serta Dirut PDAM Bulelengk I Made Lestariana.
 
Kaitan dengan wajib setor untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng, disebutkan Made Lestariana, PDAM Kabupaten Buleleng pada tahun 2016 menyetorkan Rp4,5 miliar lebih, dan untuk tahun 2017 ini ditarget jauh lebih besar dari tahun 2016 sebelumnya.
 
Sejumlah masyarakat Singaraja yang juga pelanggan PDAM Buleleng mengakui pelayanan dari PDAM Buleleng cukup baik. Harga air dari PDAM Buleleng juga diakui lebih rendah dari PDAM-lainya di Bali. (DN ~ TiR).— 

Berita Terkait

Kabar Buleleng 7101254589522471705

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item