Pemkab Buleleng Revitalisasi Tiga Pasar Tradisional

Buleleng, Dewata News.Com  — Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui  leading sector  Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) ta...


Buleleng, Dewata News.Com — Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui leading sector Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) tahun 2017 ini melakukan perbaikan fasilitas untuk menunjang peningkatan perekonomian rakyat.
 
”Salah satu upaya untuk peningkatan perekonomianrakyat itu, dengan melakukan revitalisasi terhadap tiga pasar tradisional,”  seperti diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisdagperin) Kabupaten Buleleng, Drs. Ketut Suparto, MMA di Singaraja, Sabtu (09/09).
 
Ketiga pasar tradisional yang direvitalisasi tahun anggaran 2017 ini, menurut Suparto, adalah Pasar Kampung Bugis, Pasar Banyuning (keduanya di wilayah Kecamatan Buleleng), serta Pasar Sukasada, di Kecamatan Sukasada.
 
Disinggung mengenai anggaran pembiayaan untuk melakukan revitalisasi ketiga pasar tradisional itu, lanjut Suparto,  untuk Pasar Kampung Bugis dan Pasar Sukasada diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp2,6 miliar yang berasal dari DAK.
 
Sedangkan, Pasar Banyuning diperkirakan akan menghabiskan biaya sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari APBD Buleleng.
 
Khusus untuk Pasar Banyuning, usai dibangun akan langsung diserahkan oleh Pemkab Buleleng kepada Desa Pakraman Banyuning untuk dikelola secara swadaya.
 
Proyek revitalisasi Pasar Banyuning masih sedang dikerjakan oleh CV. Sari Karya dengan nilai penawaran Rp1,3 miliar lebih yang dikerjakan selama 135 hari kalender, tertanggal kontrak 07 Agustus 2017.
 
Kadisdagprin Buleleng, Ketut Suparto mengatakan, Pasar Kampung Bugis dan Pasar Sukasada setelah selesai direvitalisasi sepenuhnya akan dikelola oleh Pemkab Buleleng melalui PD Pasar Kabupaten Buleleng. “Namun untuk Pasar Banyuning sepenuhnya akan dikelola oleh Desa Pakraman Banyuning,” jelas Suparto.
 
Mantan Kabag Ekbang Setkab Buleleng ini juga mengungkapkan, bahwa untuk penataan ke-tiga pasar tradisional tersebut dilakukan untuk mendorong konsumen belanja di pasar tradisional, terlebih saat ini persaingan sangat ketat, utamanya dengan maraknya pasar modern.
 
“Ini sebagai upaya Pemkab Buleleng, agar pasar tradisional tetap eksis. Dengan kami merevitalisasi pasar, nantinya masing-masing pasar akan mempunyai pangsa pasarnya sendiri,” kata Suparto. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 3595156439545501087

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item