Life Music K21 Semarakkan ”Power of Buleleng” Bulfest V~2017

Buleleng, Dewata News. Com — Pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) V Rahun 2017 dengantema ”The Power of Buleleng”, dari sisi kegiata...


Buleleng, Dewata News. Com —Pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) V Rahun 2017 dengantema ”The Power of Buleleng”, dari sisi kegiatan pertunjukan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
 
Namun, pada gelaran ”The Power of Buleleng” Bulfest V~2017 sejak dibuka resmi Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementrian Pariwisata, Putu Ngurah, ada nuansa berbeda di pelataran parkir gedung DPRD Kabupaten Buleleng.
 
Stand K.21 dan Co Coh Bar memberikan nuansa baru selama gelaran Bulfest tahun-tahun sebelumnya. Gemercik petikan gitar dari Life Music menggemakan berbagai lagu, mengiringi warga meneguk dinginnya minuman beralkohol sejenis bier.
 
Dalam dua malam terakhir, hingga Kamis (03/08) malam hingga pukul 23.00 Wita penampilan Life Music mendapat perhatian khusus penggemarnya yang senantiasa memenuhi table yang tersedia.Bahkan, tidak sedikit harus menikmati dari jarak jauh karena tidak mendapat table.
 
Setelah pukul 23.00 Wita merupakan akhir dari pertunjukan Life Music, bagi pecinta yang masih menikmati minuman mikol belum habis, dihibur sentiuhan permainan DJ kendati suara tidak seperti di ruang tertutup.
 
Terkait kegiatan pertunjukan seni budaya di ajang Bulfest tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng,Putu Tastra Wijaya, karena memasuki tahun ke-lima ”pesta budaya” ini menampilkan semua kekuatan potensi seni budaya yang dimiliki Buleleng.
 
Kendati demikian, penampilan seni budaya hendaknya terintegrasi antara sekaa yang unjuk kenbolehan dengan penataan panggung pertunjukan.
 
Seperti diungkapkan nirizen saat menyaksikan penampilan seniman kerawiatan muda dan tari dari Desa Lemukih, Kecamatan Sawan dan Desa Tegal Linggah, Kecamatan Suikasada yang inovatif dengan angklung yang ditabuh jadi kurang menarik tampilannya. Dari gong angklung "mebarung"   Lemukih vs Tegallinggah, hanya karena penataan LIGHTING panggungnya yang asal-asalan, sehingga terlihat seperti suasana di sebuah taman halaman rumah. Coba perhatikan, warna kulit penari dan penabuh di bagian timur cendrung kehijau-hijauan. Mudah-mudahan pada malam penampilan gong mebarung antara Banyuning dg Lokapaksa pada Jumat (04/08) ada perbaikan penataan ligting yang tidak mengecewakan.
 
Dengan penataan panggung terintegrasi dengan pertunjukan yang tampil, akan memberikan kepuasan bagi masyarakat menikmati pertunjukan dan benar-benar ajang Bulfest V~2017 ini sersuai tema ”The Power of Buleleng”. (DN ~ TiR).—
 

Berita Terkait

Kabar Buleleng 4514571378263069992

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item