Pantai Anturan Alternatif Wisata Bahari di Bali Utara

Buleleng  sebagai kabupaten di belahan Utara Pulau Dewata memiliki potensi perairan laut yang menjanjikan untuk sektor kepariwisataan u...


Buleleng sebagai kabupaten di belahan Utara Pulau Dewata memiliki potensi perairan laut yang menjanjikan untuk sektor kepariwisataan untuk wisata bahari.
 
Selain telah dikenal dunia akan ”sorga di bawah laut” di kawasan Pemuteran, Buleleng Barat maupun kawasan Tejakula, di kawasan Buleleng, ternyata kawsan Lovina yang memiliki potensi ikan lumba-lumba yang keren disebut dolphin terbaik di dunia, selaiin pasir hitamnya.
 
Potensi dolphin terbaik di dunia ini, makin membias ke wilayah perairan laut Anturan yang notabene masih termasuk kawasan wisata Lovina.
 
 
     Sejumlah sopir boat mengantarkan wisatawan untuk menyaksikan lumba-lumba, menggunakan jukungnya di Pantai Anturan, Buleleng, Bali, Selasa pagi (11/07).
 
Mereka tampak bergegas menuju tempat berkumpulnya lumba-lumba di laut lepas.
 
"Pagi-pagi jam enam sudah harus berangkat. Kalau nggak cepat mengemudi, dolphinnya bisa duluan lari, tapi juga harus pakai perasaan ketika mengejar dolphin, nggak bisa langsung ngebut potong di depannya, mereka bisa stres," ujar Kapten Boat, Kadek Suwirta.
 
Suwirta, yang juga Koordinator Kelompok Dolphin Snorkling, mengungkapkan Pantai Anturan yang masih dalam Kawasan Lovina memiliki banyak pilihan wisata.
 
Berbeda dari Pantai Sentral Lovina.
Selain menyaksikan kawanan lumba-lumba di laut lepas, wisatawan juga dapat bermain dengan ikan-ikan hias dari atas jukung di Pantai Anturan.
 
Pantai Anturan masih terlihat jernih. Saat jukung berada di perairan dekat pantai, wisatawan dapat menyaksikan gerombolan ikan-ikan hias berenang.
 
Tidak sekedar menyaksikan, wisatawan juga dapat bermain dengan ikan-ikan hias itu.
 
Tinggal kasih makan roti saja, ikan-ikannya pada berebut. Masih jinak-jinak ikannya. Bisa diajak bermain, masukkan tangan aja isi roti ke air, mereka bisa bergerombol. Jenisnya ada ikan nemo dan dori," tuturnya.
 
Kini ada sekitar 40 orang sopir boat yang siap mengantarkan wisatawan menikmati keindahan panorama laut Pantai Anturan.
 
Sebagian besar wisatawan yang berkunjung merupakan wisatawan domestik. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai Surabaya, Malang, Bandung, Jakarta, Medan sampai Maumere.
 
Namun terumbu karang di pantai tersebut sudah banyak yang rusak dan mati. Bahkan kerusakan terumbu karang mencapai 80 persen. Kerusakan terumbu karang ini karena ulah manusia.
 
Nelayan yang tidak baik seringkali mencari ikan dengan menggunakan jaring dan potasium.
 
"Karena ulah manusia kerusakannya, biasa orang cari ikan pakai jaring tembak dan pakai potasium, itu yang bikin terumbu karang banyak mati," ungkapnya.
    
Ia mengaku seringkali mengingatkan pencari ikan agar tidak menggunakan peralatan dan bahan berbahaya dalam mencari ikan.
 
"Tapi mereka sering sembunyi-sembunyi carinya. Biasa malam hari. Itu yang di luar pengawasan kami," katanya. Made Tirthayasa.—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 1028998430864760818

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item