Gubernur Pastika Bantu Dadong Rai Warga Ds. Panji yang Hidup Sebatang Kara

Buleleng, Dewata News. Com -  Kondisi Wayan Rai alias Dadong Rai (80) yang hidup sebatang kara tanpa sanak saudara diusianya yang sudah...


Buleleng, Dewata News. Com - Kondisi Wayan Rai alias Dadong Rai (80) yang hidup sebatang kara tanpa sanak saudara diusianya yang sudah renta, yang diunggah seorang netizen ke media sosial maupun informasi melalui media cetak, langsung direspon oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan sekaligus mengutus Tim Reaksi Cepat Biro Humas dan Protokol Sekda Provinsi Bali, untuk menyampaikan bantuan sementara serta meninjau keadaan yang bersangkutan kerumahnya di Banjar Mekar Sari, Desa Panji, Sukasada, Buleleng, Selasa (6/6).

Seperti terlihat saat tim sampai dilokasi, kondisi dadong Rai sangat memprihatinkan, tinggal dalam sebuah gubuk reot seorang diri. Fisiknya pun terlihat sangat lemah, untuk berdiri saja sudah kewalahan, namun pendengarannya masih normal, sambil sesekali menjawab dengan lemah pertanyaan yang diajukan tim.
  
Kepala Dusun Mekar Sari Gede Ari Kusumajati membenarkan apa yang dialami warganya tersebut. Ia menceritakan selama ± 20 th dadong Rai yang aslinya berasal dari Karangasem tinggal di banjar tersebut tanpa sanak saudar selain suaminya yang sudah meninggal beberapa tahun lalu. Dadong Rai pun terpaksa harus tinggal sendirian sejak ditinggal suaminya, karena Ia juga tidak memiliki keturunan. Dalam kehidupannya yang serba keterbatasan, syukurnya ada salah seorang warga Mekar Sari bernama  Made Kayun yang berbaik hati mengijinkan dadong Rai tinggal digubuk diatas tanah miliknya. 

“Berkat bantuan Made Kayunlah dadong Rai bisa bertahan hidup, dulu semasih kuat sih dia juga masih memiliki bekal, karena sebelumnya dia bekerja cukup ulet sebagai pedagang, namun semakin tua hidupnya semakin memprihatinkan, saat ini untuk makan dibantu sama Made Kayun itu,”ujar Ari seraya menjelaskan usahanya untuk memfasilitasi dadong Rai agar bisa berkumpul dengan keluarganya di Karangasem, namun keluarga dadong Rai mengaku agak takut menerima kehadirannya.

Lebih jauh, Ari Kusumajati menjelaskan dadong Rai tidak masuk sebagai warga daerah yang dipimpinnya, sehingga tidak memiliki kartu identitas KTP maupun KK. hal tersebutlah yang menjadi kendala dadong Rai menerima bantuan resmi dari pemerintah. Namun Ia tak tinggal diam, semenjak dirinya menjabat sebagai Kepala |Dusun, Ia pun berusaha menyisihkan pembagian beras bagi keluarga miskin (Raskin) untuk diberikan kepada dadong Rai. 

“Iya, selama 2 tahun ini, saya menganjurkan bagi keluarga yang mendapatkan jatah raskin agar menyisihkan sedikit bagiannya untuk dadong Rai, dan kebanyakan warga mendukung,”imbuh Ari. Ia pun sudah menawarkan kepada dadong Rai dan sudah memfasilitasi ke Dinas Sosial Kabupaten Buleleng untuk tinggal di Panti Jompo, namun ditolak dengan alasan tetap tinggal digubuk tersebut hingga meninggal. Ia berharap kepada pemerintah agar bisa dibantu biaya kehidupan sehari-hari, kesehatan, atau pun bantuan bedah rumah agar dadong Rai bisa hidup lebih layak.

Pada kesempatan itu, tim Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali menyerahkan bantuan sementara dari Gubernur Bali berupa beras 50 kg dan sejumlah uang tunai, guna meringankan beban hidup dadong Rai sehari-hari. Dan terkait bantuan lainnya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Melalui kesempatan itu, juga diharapkan dapat menggugah rasa kepedulian masyarakat terhadap sesama yang membutuhkan. 

Berita Terkait

Breaking News 3763967482514908160

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item