Lestarikan Adat dan Budaya, Digelar Lomba Penjor HUT Kota Singaraja

Buleleng, Dewata News. Com — Merupakan agenda kegiatan rutin setiap memperingat HUT Kota Singaraja digelar Lomba Penjor sebagai upaya m...


Buleleng, Dewata News. Com —Merupakan agenda kegiatan rutin setiap memperingat HUT Kota Singaraja digelar Lomba Penjor sebagai upaya melestarikan adat dan budaya agar tetap ajeg, karena Penjor mengandung makna dan filosofi yang bernilai tinggi serta religius.
 
Seperti lomba Penjor yang digelar di Taman Kota Singaraja, Rabu (29/03) sore sehari sebelum puncak peringatan HUT ke-413 Kota Singaraja mendapat sambutan positip dari pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buleleng.
 
Kepala Bagian Kesra Setkab Buleleng, Suryani selaku Ketua Seksi lomba Penjor mengungkapkan antusias para peserta yang seluruhnya 40 OPD, termasuk Bagian di Sekretariat Kabupaten Buleleng akan dinilai oleh suatu tim untuk memperoleh hasil terbaik dari kreativitas pembuatan penjor.
 
Bahkan, Wakil Bupati Buleleng dr.I Nyoman Sutjidra, Sp.OG didampingi Asisten I Setkab Buleleng selaku Ketua Panitia HUT ke-413 Kota Singaraja Asta Semadi langsung  memantau proses pembuatan masing-masing peserta. Sebab, Wabup Sutjidra mengaku menerima informasi ada peserta membeli Penjor yang sudah jadi di wilayah Penarungan.
 
Adanya sinyalemen peserta membeli Penjor jadi itu ditepis para peserta, karena mereka sejak bambu yang masih “telanjang” dihiasi sesuai dengan kreativitas mereka langsung di arena lomba. Salah seorrang perwakilan peeserta mengaku, untuk menyiapkan bahan-bahan Penjor ini sudah menghabiskan dana kisaran Rp2 – Rp2,5 Juta.
 

Ketika Dewata News.com konfirmasi terhadap kreativitas masing-masing OPD dalam proses pembuatan penjor, Wabup Nyoman Sudirta menyampaikan rasa bangga atas semangat kebersamaan para karyawan yang ditugaskan pimpinan OPD maupun Kabag bersangkutan.
 
”Dari tahun ke tahun benar-benar sudah meningkatkan kreativitas seni membuat Penjor sesuai pakem, tidak asal-asalan. Dengan kegiatan seperti ini, kita bisa lestarikan budaya dan adat asli Buleleng,” ungkap Nyoman Sutjidra.
 
Dari kerativitas mereka itu, lanjut Wabup Sutjidra, nantinya pihak panitia memberikan reward sebagai bentuk penghargaan kepada yang terbaik. ”Dan yang terjelek nanti tanggungjawab pimpinan OPD dan pada puncak peringatan HUT Kota Singareaja, akan berdiri di depan Penjor hasil kreativitas OPD yang dipimpinnya,” kata Sutjidra dengan nada tertawa.
 
Menurut Ketua Panitia HUT ke-413 Kota Singaraja Asta Semadi, reward kepada juara I,II,III selain diberikan piagam penghargaan juga hadiah uang Rp4, Rp3, Rp2 Juta dan juara harapan Rp1,5 Juta.
 
Dari 40 peserta yang langsung melakukan proses pembuatan Penjor di seputaran Taman Kota, ternyata Penjor “wah” Dinas Perikanan dan Kelautan yang pertama selesai dan didirikan di sisi utara Taman Kota. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 4779306419516131495

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Bali Creative Week 2017

Bali Creative Week 2017

YURA Shop

Populer

item