Dikemas Silaturahmi, FPK Rakor dengan Pimpinan Paguyuban Etnis

Buleleng, Dewata News. Com —   Menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten...


Buleleng, Dewata News. Com — Menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Buleleng menggelar forum dialog melalui rapat koordinasi dengan Pimpinan Paguyuban berbagai etnis.
 
Difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng, Ketua FPK Kabupaten Buleleng  Ida Bagus Lilik Sudirga mengemas forum dialog dengan para Ketua Paguruban berbagai etnis dikemas dalam bentuk silaturahmi di ruang rapat FKUB Dept.Agama Kabupaten Buleleng, Jalan Dewi Sartika Singaraja, Rabu (22/03).
 
Ketua FPK Kabupaten Buleleng Ida Bagus Lilik Sudirga Raka menekankan, pentingnya forum dialog seperti ini dengan para Ketua Paguyuban berbagai etnis sebagai upaya mengidentifikasi msalah dalam rangka pencegahan diri
 
”Hasil rumusan dari forum dialog, baik dengan pemuka adat, suku yang tergabung dalam paguyuban berbagai etnis dan masyarakat tentang pembauran kepada Pemerintah Kabupaten melalui Badan Kesbangpool,” kata Ida Bagus Lilik Sudirga Raka.
 
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng diwakili oleh Kasubbid Badan Penguatan Nilai-Nilai Ideologi dan Wasbang, Rudy menyatakan, pihaknya sangat berkepentingan dengan kegiatan yang dilaksanakan FPK Buleleng sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam kerangka meningkatkan kewaspadaan dan menjaga NKRI.
 
Sementara I Gst.Made Arta Djaya Astawa selaku Koordinator Divisi Informasi dan Komunikasi menyatakan, tugas yang diemban FPK berbeda dengan organisasi kemasyarakatan yang secara terus menerus dan berkelanjutan  melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat dalam rangka tercapainya pemahaman pentingnya persatuan dan kesatuan. Karena perbedaan adalah anugerah Tuhan demi tetap tegak dan utuhnya NKRI.
 
Dari berbagai masukan maupun saran yang disampaikan para Ketua Paguyuban berbagai etnis, ternyata sudah membulatkan tekad, bahwa NKRI Harga Mati berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. ”Harus menjadi kesepakatan seluruh komponen masyarakat, bahwa tidak ada lagi istilah nyama selam, nyame dauh tukad maupun nyame bali, karena sejatinya kita bersaudara dalam bingkai keragaman demi tetap tegaknya NKRI,” tegas salah satu pimpinan paguyuban etnis Jawa.  
 
Sesuai tugas dan fungsi yang diemban sesuai dengan SK Bupati Buleleng No.220/118/HK/2017  maupun |Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 tahun 2006, FPK Kabupaten Buleleng, hari Kamis (23/03) mulai jam 09.00 Wita melaksanakan sosialisasi di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 4738174882718104119

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Pemerintah Provinsi Bali

Pemerintah Provinsi Bali

Event Partner

Event Partner

Pesta Kesenian Bali XXXIX

YURA Shop

Populer

item