Bupati Suwirta Buka Paruman Agung Dharma Ghosana Nusantara

Klungkung, Dewata News. Com -  Ratusan sulinggih ikut dalam Paruman Agung Dharma Ghosana (Pedanda Siwa-Buddha) Nusantara yang digelar d...


Klungkung, Dewata News. Com - Ratusan sulinggih ikut dalam Paruman Agung Dharma Ghosana (Pedanda Siwa-Buddha) Nusantara yang digelar di Wantilan Pura Goa Lawah, Kecamatan Dawan, Saniscara Umanis Bala, Sabtu (17/12). 

Pedanda Siwa-Buddha yang hadir selain para sulinggih dari 9 kabupaten/kota se-Bali, juga beberapa di antaranya asal Pulau Jawa, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Perhelatan 6 bulan sekali ini dibuka Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang didampingi, Anggota DPR RI Ida bagus Putu Sukarta, Ida Dalem Semaraputra dan Kepala Kantor Kementerian Agama Ida bagus Made Oka Yusa Manuaba.

Pengelingsir Dharma Ghosana Ida Pedanda Gede Jelantik Dwaja ucapkan terima kasih kepada segenap jajaran pemerintah kabupaten klungkung karena telah mendukung terlaksananya acara paruman ini. Tujuan dilaksanakannya paruman ini adalah untuk menyamakan persepsi dalam hal pemahaman sastra suci Weda, demi kedamaian semesta. 

Kepada seluruh peserta paruman, Ida Pedanda Gede Jelantik Dwaja mengajak untuk terus menjalankan nilai nilai ajaran yang ditanamkan oleh almarhum Ida Pedanda Made Gunung yang merupakan Ketua Dharma Ghosana Pusat periode sebelumnya. 

“Sepeninggal Ida Pedanda Made Gunung mari kita tetap menjalankan nilai nilai yang sudah ditanamkan untuk dijadikan panutan dan pedoman oleh seluruh Pedana dan Walaka,” ujar Ida Pedanda Gede Jelantik Dwaja.

Almarhum Ida Pedanda Gde Made Gunung ketika masih hidup banyak mencetuskan pedoman dalam melaksakan upacara suci agama hindu Bali. Salah satunya yaitu mencegah pelaksanaan upacara adat dan keagamaan yang bisa memiskinkan umat. Menurut Ida Pedanda Gunung, sedapat mungkin harus diupayakan bisa mencegah upacara adat yang jor-joran hanya gara-gara demi gengsi. Sebab, upacara yang jor-joran itu berdampak terhadap memiskinkan umat. Contohnya pada upacara Pitra Yadnya dan Manusia Yadnya yang kerap digelar dengan megah demi gengsi.

Sementara itu Bupati Suwirta berharap kepada seluruh sulinggih untuk dapat menghasilkan sebuah acuan dalam melaksanakan yadnya yang satwika, dengan acuan nista madya utama mandala. Serta menyempurnakan paruman agung berdasarkan sastra yang patut dipakai acuan oleh seluruh umat sedharma. Kedepan, dengan program pemerintah GEMA SANTI, Bupati Suwirta berharap kabupaten Klungkung akan semakin damai.

Berita Terkait

Kabar Klungkung 2909882126609417005

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Bali Creative Week 2017

Bali Creative Week 2017

YURA Shop

Populer

item