Forum Pembauran Kebangsaan Punya Misi Mulia

Oleh: Made Tirthayasa Forum   Pembauran   Kebangsaan disingkat  FPK berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri  Nomor 34 Tahun 2006...


Oleh: Made Tirthayasa

Forum   Pembauran   Kebangsaan disingkat  FPK berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri  Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di daerah adalah wadah   informasi, komunikasi,   konsultasi,   dan   kerjasama   antara   warga  masyarakat   yang   diarahkan   untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan.

Pembinaan pembauran kebangsaan adalah upaya yang  dilakukan oleh pemerintah bersama dengan
masyarakat  untuk  terciptanya  iklim  yang  kondusif  yang  memungkinkan  adanya  perubahan  sikap agar menerima kemajemukan masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk FPK kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) mempunyai tugas, di antaranya menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan,  menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku, dan masyarakat, menyelenggarakan sosialisasi kebijakan yang berkaitan dengan pembauran kebangsaan: dan merumuskan   rekomendasi   kepada   bupati/walikota   sebagai   bahan   pertimbangan   dalam penyusunan kebijakan pembauran kebangsaan.

Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Buleleng yang selama ini dikendalikan Ida Bagus Lilik Sudirga Raka mempunyai misi yang cukup mulia dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Karena kita sadari konflik-konflik horizontal dan fertikal itu muncul, sehingga forum ini bisa masuk kedalam konflik dimaksud untuk memberikan penyadaran terhadap para pihak.

Konflik yang terkadang muncul, terkait persoalan agama yang tidak jarang melibatkan massa. Karena itu, keberadaan forum ini diharapkan memberikan penyadaran kepada masyarakat.

Keberadaan Forum Pembauran Kebangsaan inilah fungsinya pencegahan dini untuk meminimalisir terjadinya konflik-konflik horizontal maupun fertikal dimaksud. Intinya, tugas forum ini sangat mulia cegah ancaman disintegrasi bangsa.

Ida Bagus Lilik Sudirga Raka mengatakan, bahwa organisasi yang bernaung di bawah Kesbangpol ini terdiri dari berbagai unsur masyarakat, etnis dan organisasi yang lainnya bergerak di bidang sosial utamanya melaksanakan pembinaan dan pemahaman tentang wawasan kebangsaan, nilai-nilai luhur Pancasila dan NKRI kepada masyarakat.

Begitu pentingnya peran dan tanggungjawab FPK ini, sehingga FPK Kabupaten Buleleng sepertinya tiada hari tanpa konsolidasi dengan melakukan sosialisasi ke wilayah kecamatan, hingga sekolah dan kampus.

Gigihnya Ketua FPK Buleleng, Ida Bagus Lilik Sudirga Raka didampingi Sekretaris Putu Aryani, di samping peran unsur Akademisi Dr. Gede Budasi maupun Artajaya Astawa dalam mensosialisasikan pembauran kebangsaan dalam keragaman ditengah-tengah masyarakat sudah semestinya ditunjang sarana dan prasarana yang memadai, terutama biaya operasional dari pemerintah yang “membidani” kelahiran FPK ini.

Sebagai bukti,seperti diakui Ketua FPK Buleleng IB.Lilik Sudirga Raka, bahwa beberapa program kerja tidak bisa dilaksanakan secara optimal terbentur anggaran biaya operasional. Hal ini sebagai dampak adanya pemangkasan anggaran pada leading sector yang menjembatani forum ini, yaitu Badan Kesbangpol.

Oleh karena, Ketua FPK Buleleng IB.Lilik Sudirga menekankan, perlu mendapat dukungan dan perhatian yang lebih dari pemerintah daerah guna membangun karakter sumber daya manusia yang memiliki rasa nasionalisme yang tinggi serta menjaga keutuhan NKRI sesuai dengan program Nawacita tentang Revulusi Mental.

Pembinaan dan pemahaman itu dilaksanakan melalui sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah, kampus. “Di setiap kecamatan sedang dibentuk FPK,” paparnya.

Geliat FPK di belahan Utara pulau Dewata itu ditunjang tiga divisi, seperti Divisi Informasi dan Komunikasi melibatkan dua orang awak media, yakni Made Tirthayasa dan Ida Putu Karmaya. Dua divisi lainnya, yakni Divisi Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat serta Divisi Organisasi dan Pengembangan.

Selaku Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Buleleng yang belum ada figur pengganti, IB. Lilik Sudirga Raka mengatakan, misi yang diemban menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan, di samping melaksanakan forum dialog dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku dan masyarakat.

Menjelang akhir masa tugasnya, Desember 2016 nanti, Ketua FPK Buleleng IB. Lilik Sudirga Raka, Jumat (25/11) sore memimpin rapat, sekaligus mempersiapkan kepengurusan baru tahun 2017. Pertemuan yang berlangsung di Ruang rapat Orari Buleleng, Jalan Pramuka Singaraja hingga malam itu, sepakat Kepengurusan FPK Kabupaten Buleleng dengan masa bakti 3 tahun, yakni 2017-2019 dengan Ketua Terpilih, IB.Lilik Sudirga Raka.

Berita acara rapat yang menghasilkan kepengurusan FPK Buleleng yang baru itu, selanjutnya diusulkan untuk dibuatkan Surat Keputusan Bupati Buleleng melalui Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng.

Kendati selama ini pemerintah daerah masih terpokus perhatiannya dalam pembangunan di bidang fisik, kesehatan, pendidikan dibandingkan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Namun, terkait dengan keberadaan FPK ini yang mempunyai misi di bidang wawasan kebangsaan, tentunya ini sangat penting di tengah kondisi masyarakat yang dinamis, sehingga di perlukan dukungan dan anggaran yang berimbang dari Pemkab Buleleng. Astungkara.—

Berita Terkait

Kabar Buleleng 880262269898000833

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item