Pelatihan Satgana untuk wilayah Bali Belum Maksimal

Buleleng, Dewata News. Com —  Dedi Rimbawan salah satu pengurus PMI Propinsi Bali menilai, bahwa  pelatihan Satuan Penanganan Bencana ...


Buleleng, Dewata News. Com —  Dedi Rimbawan salah satu pengurus PMI Propinsi Bali menilai, bahwa  pelatihan Satuan Penanganan Bencana (Satgana) untuk wilayah Propinsi Bali belum maksimal.

Ketika menghadiri acara manajemen tanggap darurat bencana untuk pelaku PMI Kabupaten Buleleng di Singaraja, Dedi Rimbawan mengatakan kiprah PMI Buleleng, selain eksis mengawal program kepalangmerahan juga aktif dalam kebencanaan, diperkuat para tim relawan di Satgana yang tangguh, solid dan mudah dimobilisasi serta memiliki kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan saat tanggap darurat bencana

“Ditengah belum maksimalnya upaya PMI Provinsi Bali melaksanakan pengembangan kapasitas relawan, maka kami sangat menyambut positif adanya pelatihan manajemen tanggap darurat bencana yang digelar PMI Kabupaten Buleleng.”, ucap Dedi Rimbawan.

Kiprah PMI Buleleng, diakui Dedi Rimbawan, selain eksis mengawal program kepalang merahan juga aktif dalam kebencanaan, diperkuat para tim relawan di Satgana yang tangguh, solid dan mudah dimobilisasi serta memiliki kemampuan dan keahlian yang dibutuhkan saat tanggap darurat bencana.

Dedi Rimbawan menambahkan, kapasitas atau basis relawan terbaik untuk wilayah Provinsi Bali hingga kini baru ada 2 yakni Kabupaten Buleleng dan Denpasar.

Pelatihan manajemen tanggap darurat bencana untuk pelaku PMI Kabupaten Buleleng dilaksanakan 11-16 Oktober 2016, melibatkan 30 orang utusan dari KSR PMI Unit Unipas, Undiksha Singaraja, STIKES Buleleng, KSR PMI Unit Markas Kabupaten Buleleng, Pembina PMR PMI dan TSR Kabupaten Buleleng.

Sementara itu Sekretaris PMI Kabupaten Buleleng Dr. Gede Sandiasa mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini satu diantaraya untuk memperkuat dan melengkapi komposisi tim Satgana yang telah ada dan mempersiapkan kemampuan personil serta kapasitas PMI Kabupaten Buleleng dalam kegiatan manajemen tanggap darurat bencana.

“Hal terpenting yang terkadang kurang mendapat sentuhan maksimal adalah di manejemen bencana”, ucap Gede Sandiasa.

Para peserta mendapatkan materi pelatihan dari PMI provinsi Bali BPBD, Orari serta TP2L PMI Kabupaten Buleleng. Materi yang diberikan seperti Kebijakan PB PMI, Kepalangmerahan, Standar Minimum Pelayanan Bencana, Pengenalan GPS, Landasan Hukum Tanggap Darurat dan Struktur Operasional Satgana, Manajemen Stres, serta Evaluasi Simulasi. (DN  ~  TiR ).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 197410844763819146

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item