Bupati PAS Minta Perbekel Baru Pahami Aturan

Buleleng, Dewata News.com —   Warga Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng kini memiliki pemimpin baru.Ketut Ardika, yang kini menjabat ...



Buleleng, Dewata News.com —  Warga Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng kini memiliki pemimpin baru.Ketut Ardika, yang kini menjabat sebagai Perbekel Antar Waktu Desa Jinengdalem. Hal tersebut dimulai dengan dilantiknya Ketut Ardika. Desa Jinengdalem menggantikan Penjabat Perbekel, I Ketut Sumerta.

Pelantikan dan pengambilan sumpah Ketut Ardika sebagai Perbekel Antar Waktu Desa Jinengdalem, dilakukan oleh Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana di Wantilan Pura Bukit, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Jumat (28/10).

Bupati Agus Suradnyana mengharap kepada Perbekel Desa Jinengdalem yang baru agar terus belajar dan memahami Undang-Undang tentang Desa. Menurut Bupati yang akrab disapa PAS ini, menjadi perbekel atau kepala desa bukanlah sebuah kebanggaan sebagai pemimpin, melainkan sebagai pengayah atau pelayan masyarakat, pengayah yang mengerti aturan. Melaksanakan pekerjaan secara transparan dan jujur. “Pemahaman tentang peraturan menjadi sangat penting agar bisa melaksanakan pekerjaan secara transparan, jujur, dan seadil-adilnya,” ucapnya.

Bupati  PAS menambahkan perbekel yang baru harus merangkul dan bekerjasama dengan semua pihak seperti BPD. Dalam penyusunan APBDes, peran BPD sangat vital karena APBDes disetujui oleh BPD tentunya dengan perencanaan yang matang. “Dalam pembangunan desa, semua pihak harus dirangkul terutama BPD karena APBDes harus dengan persetujuan BPD dan disusun bersama,” imbuhnya.
Kepala BPMPD Kabupaten Buleleng, I Gede Sandhiyasa menjelaskan pelantikan perbekel antar waktu ini sebagai implementasi Permendagri No. 82 tentang pemilihan kepala desa dan Perda Kabupaten Buleleng No. 3 Tahun 2015. Kedua peraturan tersebut mengatur tentang masa jabatan perbekel yang diberhentikan karena sesuatu hal apabila masa jabatannya lebih dari satu tahun, maka diadakan pemilihan antar waktu.                                               

“Karena perbekel yang lama terjerat kasus hukum dan masa jabatannya masih tiga tahun, maka ditunjuklah penjabat untuk melaksanakan proses pemilihan antar waktu. Jadi, perbekel yang terpilih melalui musyawarah desa menjadi perbekel antar waktu untuk melanjutkan sisa masa jabatan,” jelasnya.

Disinggung mengenai lamanya pemilihan perbekel antar waktu, Sandhiyasa menjelaskan pemilihan masih menunggu ketetapan status dan putusan pengadilan. Seperti diketahui, Perbekel Jinengdalem sebelumnya, Nengah Nawa terjerat kasus hukum. BPMPD sendiri menunggu keputusan yang incrah dari pengadilan. “Kita menunggu kepastian status hukum dari perbekel sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Perbekel Jinengdalem yang baru, Ketut Ardika mengungkapkan sebagai Perbekel Antar waktu, pihaknya hanya akan melanjutkan program dari perbekel sebelumnya.Pihaknya juga akan mempelajari dahulu RPJMDes yang sudah disusun. (DN – TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 5390223875657183321

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item