Kadis PU Buleleng :Menteri PUPR Putuskan Alihkan Prioritas Pekerjaan Shortcut ke Wilayah Sukasada

Buleleng,  Dewata News.com  — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Buleleng, Ketut Suparta Wijaya mengatakan, Menteri Pekerjaan Umum&Pe...


Buleleng, Dewata News.com — Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Buleleng, Ketut Suparta Wijaya mengatakan, Menteri Pekerjaan Umum&Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memutuskan untuk mengalihkan prioritas pengerjaan Shortcut dari titik 4 ke titik 5 dan titik 6, setelah melihat peta lokasi dan pertimbangan teknis kondisi jalan.
 
   Saat mendampingi Bupati Putu Agus Suradnyana memberikan keterangan pers, beberapa waktu lalu, Ketut Suparta Wijaya mengungkapkan, bahwa pihak Balai Jalan Nasional juga sempat menyampaikan pertimbangan pengerjaan Shortcut di titik 4 Desa Candikuning, untuk mengurai kemacetan yang ada di pintu masuk Kebun Raya Beduugul.
 
    Namun, Menteri PUPR menilai kemacetan yang terjadi sifatnya insidentil dan masih bisa ditangani. Atas pertimbangan kondisi jalan di titik 5 dan titik 6 yang cukup rawan, makanya pembangunan Shortcut di kawasan ini diprioritaskan untuk dikerjakan lebih awal.
 
     ”Saya ikut mendampingi Pak Wakil Bupati Nyoman Sutjidra) sebagai utusan dari Pak Bupati menemui Pak Menteri. Dalam pembahasan, saya dengar langsung instruksi Pak Menteri kepada Kepala Balai Jalan Nasional VIII (Saeful Anwar, Red), agar titik 5 dan titik 6 diprioritaskan dulu. Pak Menteri juga minta agar kajian detailnya segera dilakukan, sehingga di tahun 2017 bisa dikerjakan,” kata Suparta Wijaya.
 
    Kadis PU Buleleng, Supartha Wijaya juga mengungkapkan, pembangunanShortcut di titik 5 dan titik 6 wilayah Kecamatan Sukasada, Buleleng ini, kemungkinan besar akan menggunakan teknologi Ribbon, yakni teknologi tinggi untuk mengurangi jalan menurun.
 
     Menurut Suparta Wijaya, teknologi Ribbon ini memungkinkan ruas jalan lebih datar dan tidak terlalu banyak tikungan tajam. ”Ruas jalan dibuat melingkar, sehingga jalanan mnenjadi lebih datar,” ungkapnya.

    Untuk pembangunan Shortcut di titik 5 dan titik 6, lanjut Suparta Wijaya, berada satu jalur di rute Bedugul-Singaraja, tepatnya di wilayah antara Desa Wanagiri dan Desa Gitgit. Titik 5 dimulai dari ruas jalan menurun dekat Pura Yeh Ketipat, Desa Wanagiri, kemudian nyambung ke titik 6 di ruas jalan menurun menuju Desa Gitgit.
 
. ”Karena kondisi jalan di titik 5 dan titik 6 cukup rawan, mengingat banyak tingkungan dan turunannya tajam. Makanya, pembangunan Shortcut di titik 5 dan titik 6 ini lebih mahal dibanding Shortcut di titik-titik lainnya,” jelas Suparta Wijaya.


    Dijelaskan pula, titik 5 dan titik 6 memiliki panjang ruas jalan existing 1,5 Kilometer. Setelah Shortcut nanti dibangun di titik 5 dan titik 6, kata Suparta Wijaya, panjang ruas jalan akan lebih pendek menjadi hanya 708 meter, dengan lebar 15 meter.
 
    “Kurang lebih seperti itu gambarannya, nanti akan ada kajian lebih detail lagi dari Balai Jalan Nasional VIII. Sebab, Pak Meteri PUPR Basuki Hadimuljono minta agarShortcut ini bisa dikerjakan tahun 2017,” imbuhnya.
 
    Sementara itu, Bupati Putu Agus Suradnyana menegaskan, secepatnya akan ambil langkah pembebasan lahan di sepanjang titik 5 dan titik 6 tersebut untuk pembangunan Shorcut. “Karena tanah yang akan dibebaskan itu milik warga, diperkirakan luasnya mencapai 3-4 hektare,” ungkapnya. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 500117939389596812

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

Event Partner

YURA Shop

Populer

item