”Kembang Rampe Den Bukit” Payungi Gelaran Bulfest Tahun 2016

Buleleng,  Dewata News.com   — ”Kembang Rampe Den Bukit”  atau ”Masterpieces of Bueleng” dijadikan tema gelaran kegiatan Buleleng Festi...


Buleleng, Dewata News.com — ”Kembang Rampe Den Bukit”  atau ”Masterpieces of Bueleng” dijadikan tema gelaran kegiatan Buleleng Festival (Bulfest) Tahun 2016 yang seperti tiga gelaran sebelumnya dipusatkan di pelataran Tugu Singa Ambara Raja, simpang tiga Kantor Bupati Buleleng.
 
Ini berarti, jalan di kawasan Jalan Veteran - Jalan Pahlawan dan Jalan Ngurah Rai hingga pertigaan Jalan Yudistira tertutup bagi pengguna jalan selama empat hari, dari hari Selasa (02/08) hingga hari Sabtu (06/08) Bahkan, penempatan tenda-tenda untuk pameran akan diperluas hingga Jalan Gunung Agung.
 
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng, Nyoman Sutrisna ketika dikonfirmasi Dewata News secara khusus memaklumkan kepada masyarakat Buleleng, khususnya warga Kota Singaraja untuk memaklumi menjadikan perjalanan terganggu.
 
Sepertinya kegiatan gelar Bulfest IV-2016 kali ini teristimewa, Disbudpar Buleleng sebagai leading sectordibawah kepemimpinan Kadis “anyar” Nyoman Sutrisna lebih menonjolkan potensi kebudayaan khas Bali Utara. Kenapa? Mantan Kadiskanla Buleleng ini menyebut, tanpa kebudayaan dilestarikan dan dikembangkan tanpa meninggakan pakem, kepariwisataan di Bali tidak maju dan berkembang seperti sekarang ini.
 
Karena itu, gelaran Bulfest IV-2016 ini, jelas Sutrisna, mengagendakan dibuka secara resmi oeh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Bahkan, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI akan menyerahkan Sertifikat Penetapan Wayan Wong Desa Tejakula sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda dari Unesco kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Selanjutnya Sertifikat dimaksud diserahkan Bupati PAS kepada Pimpinan Sekaa Wayang Wong Desa Tejakula.
 
Pada gelaran Bulfest IV-2016 ini, pihak panitia juga memberikan ruang gerak dan waktu penampilan Wayang Wong Desa Tejakula pada hari Rabu (03/08) malam di Puri Kanginan. Disinggung biaya penyelenggaraan Bulfest IV-2016 ini, secara keseluruhan Kadisbudpar Nyoman Sutrisna merancang Rp1,8 hingga Rp2 miliar, Rp800 juta di antaranya dari APBD Buleleng.
 
Selain sekapur sirih dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, pihak panitia juga mengagendakan adanya pemberian sambutan dari Kementrian Pariwisata RI, setelah penampilan Tari Truna Jaya massal sebanyak 20 penari di panggung utama, depan Tugu Singa.
 
Sebelum acara serimonial pada hari Selasa (02/08) sore pukul 16.30 Wita, Bulfest IV-2016 diawali dengan acara Gemar Makan Sate Ikan (seperti juga halnya Bufest III-2015).
 
Setelah itu, tamu VIP dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, maupun Kementrian Pariwisata dan pejabat Provinsi dan Kabupaten menuju stand lokasi penampilan parade Ngoncang yang dilakukan oeh 10 sekaa Ngoncang (acara ini masih tetap seperti tahun lalu).
Sebagai teranyar pada Bulfest IV-2016 ini, yakni parade Joged dari 15 sekaa Joged di sepanjang Jalan Ngurah Rai hingga pertigaan Jalan Yudistira (pada Bulfest III-2015 parade Tari Teruna Jaya).   
 
Pada acara pembukaan sore itu, panitia juga menampilkan hasi galian seni budaya yang sudah direkontruksi tanpa meninggalkan pakem, yakni Tari Legong Tombol yang akan ditampilkan secara missal dengan 50 penari dari Sanggar Seni Santhi Budaya Singaraja.
 
Pada malam harinya di panggung utama, depan Tugu Singa, pihak panitia tidak tanggung-tanggung mendatangkan artis nasional, yakni Slank sebagai guest star atau bintang tamu yang mendapat dukungan dana pusat, karena musik Slank sampai saat ini masih menjadi idola sebagian masyarakat pecinta seni musik.
 
Masih di gelaran hari pertama di panggung utama, sebelum penampilan artis nasional itu, juga tampil band lokal, yakni Motifora Band. Pentas seni budaya, selain di panggung utama, juga di Sasana Budaya, Puri Kanginan, Laksmi Graha. Sementara untuk puluhan peserta pameran kuliner, maupun UKM serta pengrajin, pihak panitia menyediakan tenda-tenda di kawasan Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, rumah jabatan bupati, parkir timur kantor bupati, Jalan Gunung Agung Timur, parkir barat kantor DPRD Buleleng.
 
Bahkan, pihaknya memplot di belakang Tugu Singa 4 tenda untuk kuliner media ke atas, di antaranya dari Ranggon Sanset, Cosy Resto dan lainnya.

"Kepada Diskopdagprin selaku Koordinator pameran agar mengedepankan lokal Buleleng,” tegas Sutrisna. (DN ~ TiR).

Berita Terkait

Kabar Buleleng 2097147679914006340

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item