Terkait Pilkada Buleleng, Bupati PAS Berharap Nantinya Masing-Masing Calon Elegan

B uleleng, Dewata News.com — Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyatakan, tahun 2016 ini merupakan tahun politik menjelang pela...



Buleleng, Dewata News.com — Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyatakan, tahun 2016 ini merupakan tahun politik menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang puncak perhelatan masyarakat menggunakan hak politiknya melalui coblosan diselenggarakan, pada tanggal 12 Februari 2017 mendatang.

”Saya selaku Kepala Daerah berharap pada perhelatan Pilkada Buleleng nanti, hendaknya masing-masing pasangan calon untuk mewujudkan keinginananya agar melaksanakan dengan cara-cara yang elegan demi keamanan dan kenyamanan situasi kondusif di Buleleng,” kata Bupati Agus Suradnyana kepada jajaran wartawan di Singaraja, belum lama ini.

Bupati Putu Agus Suradnyana bersama Wabup Nyoman Sutjidra yang bakal maju sebagai petahana atau incumbent dengan slogan kemenangan PASS di Hati 2017 diusung PDIP. Sementara menunggu rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDIP, ternyata DPP Partai NasDem melalui DPD Partai NasDem Provinsi secara resmi menjatuhkan dukungannya ditandai diserahkannya rekomendasi kepada PASS.


Dari pantauan terakhir menjelang ditabuhnya gong Pilkada Buleleng 2017 ini, pasangan bakal calon yang diusung partai politik (parpol) yang sudah mengambil ancang-ancang menuju pintu KPU Daerah Buleleng, baru PASS yang tinggal menunggu jatuhnya rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDIP.

Sementara koalisi parpol yang sejak lama digadang-gadang oleh Partai Golkar maupun Partai Demokrat serta Partai Gerindra dalam Koalisi Bali Mandara (KBM) terus mewacanakan terjadinya head to head melawan incumbent Buleleng.  Bahkan, keinginan head to head di ajang Pilkada Buleleng 2017 nanti ditegaskan bakal calon Rochineng yang diusung Partai Golkar. Sebab, kalau tidak head to head Rocky panggilan popular Rochineng ini tidak mau maju sebagai calon bupati untuk memenangkan KMB.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali Made Mudarta, pihaknya sedang membangun komunikasi politik yang intensif dengan mitra koalisi untuk mewujudkan koalisi besar yang disebut ”Koalisi Bali Mandara Kabupaten Buleleng”

Mudarta menyatakan, koalisi besar itu terdiri dari Partai Golkar, Demokrat, Gerindra, PPP, PKS, PAN dan partai lainnya. Alasannya, dijelaskan Mudarta, Pilkada Buleleng sangat penting karena menjadi barometer utama kemenangan pesta demokrasi, baik Pilgub Bali 2018 dan Pilpres serta Pileg 2019 nanti.

”Siapa yang berpesta dan unggul memenangi Pilkada Buleleng 2017, itulah yang paling memungkinkan memenangi Pilgub Bali 2018. Termasuk Pilpers dan Pileg 2019 di Bali,” imbuhnya. (DN ~ TiR).—

Berita Terkait

Breaking News 4369930103587491560

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item