Berduka, Brigaz Bali Kumpulkan 1000 Tanda Tangan dan Gunakan Ikat Kepala Hitam

Gianyar, Dewata News. Com - Ada yang berbeda saat berlangsungnya laga lanjutan Torabika Soccer Championsip (TSC) 2016 yang mempertemuk...


Gianyar, Dewata News. Com - Ada yang berbeda saat berlangsungnya laga lanjutan Torabika Soccer Championsip (TSC) 2016 yang mempertemukan tim tuan rumah Bali United dengan Semen Padang di Stadion Kapten I Wayan Dipta - Gianyar, pada Sabtu (22/5) sore. Salah satu kelompok supporter panatik Bali United yakni Brigade Zupporter (Brigaz) Bali menyelenggarakan kegiatan pengumpulan 1000 tanda tangan yang merupakan bentuk dukungan terhadap pengusutan kasus atas meninggalnya salah seorang supporter Persija, Muhammad Fahreza yang terjadi pada 13 Mei 2016 lalu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Para supporter yang hadir di tribune selatan membubuhkan tanda tangannya diatas kain putih panjang. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan element supporter untuk mengusut secara tuntas atas kejadian yang menimpa Fahreza, dan berharap hal serupa tidak terjadi lagi. Mengingat informasinya yang beredar llllmenyebut Fahreza meninggal akibat mendapatkan perlakuan kasar dari aparat keamanan yang bertugas di stadion.

Kain Panjang yang Telah dibubuhi Tandatangan Supporter

"Ini bentuk dukungan untuk mengusut tuntas atas kejadian di Jakarta yang mengakibatkan salah satu aupporter The Jak, Muhammad Fahreza meninggal, kita berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi," ungkap penasehat Brigaz, Nyoman Suharta.

Di jeda babak pertama, element supporter yang ada di Bali seperti The Jak, Pasoepati, Aremania, Semeton Dewata, Brigaz Bali, Viking, Slemania, mengelilingi lapangan membawa spanduk dan kain yang telah dibubuhi tandatangan dukungan usut tuntas kasus Fahreza. Tak hanya pengumpulan tanda tangan, mereka juga kompak memakai ikat kepala berwarna hitam bentuk duka atas meninggalnya (Lebar-red) Ida Pedanda Gede Made Gunung. Tokoh besar spiritual Hindu yang meninggal pada Rabu (18/5) kemarin setelah sempat menjalani perawatan secara intensif di RSUP Sanglah - Denpasar.

Sebelum Laga, Pemain dan Supporter Mengheningkan Cipta

Tak hanya supporter, bahkan para punggawa dan official Bali United juga ikut menggunakan pita hitam dilengan sebagai wujud belasungkawa.

"Kami mohon ijin kepada pihak GTS sebagai penyelenggara untuk mewajibkan para pemain dan staf Bali United menggunakan pita hitam di lengan kanan sebagai tanda berbela sungkawa atas berpulangnya salah satu tokoh Hindu di Bali, Ida Pedanda Gede Made Gunung," ujar manager coach Bali United, Indra Sjafri.

Selain menggunakan pita hitam di lengan para pemain dan staf Bali United, sebelum pertandingan juga dilaksanakan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa-jasa Ida Pedanda Gede Made Gunung yang dikenal sebagai Rohaniawan Hindu dengan keterampilannya menerjemahkan tatwa-tatwa agama dan juga memiliki rasa humor yang tinggi serta turut berduka atas meninggalnya Fahreza. (DN - AN)

Berita Terkait

Brigaz 5848285748766557845

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com

emo-but-icon

Siapa Calon Gubernur Bali 2018 Pilihan Anda ?

Populer

item