Unik dan Penuh Kreativitas! Penjor Festival GWK Tahun Ini Hadirkan Lomba Penjor Mini - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

11/6/26

Unik dan Penuh Kreativitas! Penjor Festival GWK Tahun Ini Hadirkan Lomba Penjor Mini


Badung, dewatanews.com - GWK Cultural Park kembali mengadakan Penjor Festival untuk yang keempat kalinya yang merupakan upaya GWK untuk menghadirkan ruang apresiasi terhadap tradisi dan budaya Bali, sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat dan wisatawan melalui kegiatan yang melibatkan berbagai elemen komunitas.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Penjor Festival kali ini menghadirkan lomba Penjor Mini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang hadir.

"Tahun ini, salah satu daya tarik utama festival adalah Lomba Penjor Mini. Selain itu, GWK juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati dan berpartisipasi langsung dalam rangkaian festival, mulai dari Pameran Penjor, Workshop Penjor, bazar UMKM, hingga pertunjukan seni dan aktivitas interaktif bersama komunitas. Melalui penyelenggaraan ini, kami ingin menghadirkan festival yang tidak hanya menjadi ruang apresiasi budaya, tetapi juga ruang kebersamaan dan kolaborasi antara GWK dan masyarakat," ungkap Rr. Indriani Kusuma, Public Relation Manager GWK Cultural Park.

"Penjor merupakan salah satu simbol budaya Bali yang memiliki makna filosofis mendalam. Berupa bambu tinggi yang dihias dengan janur dan hasil bumi, penjor merepresentasikan rasa syukur, kemenangan dharma atas adharma, serta memiliki keterkaitan dengan Gunung Agung dan Naga Basuki," Tambahnya.

Untuk menjaga tradisi penjor agar tetap lestari, GWK menghadirkan Penjor Festival sebagai salah satu agenda budaya tahunan. Penjor Festival merupakan bagian dari empat event tahunan GWK yang terdiri dari dua event budaya dan dua konser musik. Festival Penjor ini diselenggarakan pada bulan Oktober/November. Melalui kegiatan ini, GWK ingin memberikan ruang bagi masyarakat, komunitas, dan generasi muda untuk mengenal, mengapresiasi, serta mengembangkan kreativitas dalam tradisi penjor sebagai bagian dari pelestarian budaya Bali.

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, festival ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dalam kreasi penjor, baik dari segi bentuk, hiasan, maupun pemanfaatan material, tanpa meninggalkan filosofi dan nilai-nilai tradisi yang terkandung di dalamnya.

Penjor Festival menjadi salah satu bentuk keterlibatan GWK dalam mendukung potensi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif lokal. Tahun ini, festival melibatkan tenant UMKM terkurasi yang menghadirkan produk kuliner. Selain itu, terdapat keterlibatan berbagai komunitas seperti Celebrity Fitness yang menghadirkan body combat, serta MicroMinfullnes dengan kegiatan Yoga. Melalui festival ini, GWK ingin memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan potensi, kreativitas, serta produk mereka kepada pengunjung.

Terkait kunjungan GWK terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan melalui pengembangan program seni dan budaya, penyelenggaraan berbagai event, serta kolaborasi dengan komunitas dan pelaku industri kreatif lokal.

"Saat ini, jumlah kunjungan ke GWK tercatat mencapai sekitar 3.000-5.000 pengunjung per hari. Seiring dengan aktivitas pariwisata tersebut, GWK juga berupaya memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui berbagai event, termasuk Penjor Festival dan Festival Ogoh-Ogoh, dan event terdekat setelah Penjor Festival adalah GWK Bali Countdown. Dengan upaya tersebut, GWK menyediakan ruang bagi UMKM, seniman, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan produk serta karya mereka kepada masyarakat dan wisatawan," ujar Ch. Rossie Andirani, Direktur Operasional GWK Cultural Park.

"Pelestarian budaya Bali merupakan bagian dari aktivitas GWK yang diwujudkan secara konsisten melalui berbagai program dan kegiatan. Setiap hari, GWK menghadirkan sekitar 15 pertunjukan seni budaya, mulai dari tari tradisional, gamelan, hingga pertunjukan kolosal. Kami juga memiliki program Literasi Budaya yang memperkenalkan seni dan tradisi Bali kepada anak-anak sejak dini melalui pengalaman langsung," Tambahnya.

Selain program harian, GWK juga menghadirkan dua event budaya, yaitu Penjor Festival dan Festival Ogoh-Ogoh, sebagai ruang apresiasi sekaligus pelestarian tradisi Bali. Upaya ini turut diperkuat melalui kolaborasi bersama masyarakat dan komunitas, seperti program GWK Menari, GWK Menabuh, serta Panggung Nusantara. Melalui berbagai inisiatif tersebut, GWK ingin memastikan budaya tidak hanya ditampilkan sebagai pertunjukan, tetapi juga tetap hidup melalui partisipasi masyarakat dan generasi penerus.

Penjor Festival 2026 melibatkan berbagai komunitas, seniman, pelaku UMKM, serta kolaborator lokal. Beberapa di antaranya adalah LPM Ungasan, Puri Lontar, Bali Aga, Duen Penjor, Joyful Music Bali, Debeat Music Course, Komunitas Seni Dana Swara, dan Cressendo.

Untuk hiburan, pengunjung dapat menikmati penampilan Tika Pagraky, Nanoe Biroe, Ary Kencana bersama Neli Ambarawati, dan Leeyonk Sinatra. Selain itu, terdapat berbagai pertunjukan seni, musik komunitas, fashion show bersama Gemar Creative, serta aktivitas interaktif yang melibatkan komunitas dan pengunjung yang akan dilaksanakan sampai tanggal 8 November 2026.

Kedepannya GWK Cultural Park akan memperkuat sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki daya tarik sepanjang tahun. Pengembangan tidak hanya berfokus pada daya tarik Patung GWK, tetapi juga pada pengayaan pengalaman pengunjung melalui pertunjukan seni budaya, program edukasi, serta penyelenggaraan event yang relevan dengan kekayaan tradisi Bali.

GWK Cultural Park juga akan terus memperluas kolaborasi dengan komunitas, seniman, pelaku UMKM, dan berbagai pihak dalam industri pariwisata. Harapannya, GWK dapat terus berkembang sebagai salah satu ikon pariwisata Bali yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memiliki peran aktif dalam menjaga keberlangsungan budaya dan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. (DN - DwA)

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com