Longsor Pelaga Eco Park, Dua Pengunjung Dilaporkan Hilang! Bupati Badung dan Wagub Bali Turun Langsung ke Lokasi - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

11/2/26

Longsor Pelaga Eco Park, Dua Pengunjung Dilaporkan Hilang! Bupati Badung dan Wagub Bali Turun Langsung ke Lokasi


Badung, dewatanews.com – Tragedi tanah longsor di kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, menyisakan duka dan keprihatinan. Dua orang pengunjung dilaporkan belum ditemukan setelah material longsor menerjang kawasan tersebut pada Minggu malam (1/11) akibat tingginya intensitas hujan.

Merespons kejadian tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta turun langsung meninjau lokasi bencana, Senin (2/11), guna memastikan proses pencarian korban dan penanganan dampak longsor berjalan optimal.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung, personel TNI-Polri, serta perangkat Desa Sulangai.

Dalam kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur gabungan yang bergerak cepat melakukan penanganan dan pencarian korban. Tim tersebut melibatkan Polda Bali, Polres Badung, Basarnas, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Badung, hingga jajaran TNI.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Sebagai daerah pariwisata, tentu menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan keselamatan siapa pun yang menginap maupun memanfaatkan fasilitas akomodasi wisata di Badung. Saat ini proses pencarian masih berlangsung. Kami berharap upaya yang dilakukan bersama ini segera membuahkan hasil,” ujarnya.

Adi Arnawa menegaskan, peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terlebih kawasan Badung Utara tengah dikembangkan sebagai destinasi pariwisata alam dan agrowisata.

Pemerintah Kabupaten Badung akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tingkat keamanan, kondisi lingkungan, serta kelayakan kawasan akomodasi wisata, khususnya yang berada di wilayah dengan karakteristik alam rawan bencana.

“Berangkat dari kejadian ini, tentu kami akan melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali, meskipun dari sisi perizinan sudah ada pengaturan dan proses yang telah ditempuh. Namun demikian, evaluasi tetap perlu dilakukan agar tidak kembali menimbulkan korban, baik di lokasi ini maupun di tempat lainnya di Badung,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengatakan bahwa prioritas utama penanganan saat ini adalah misi kemanusiaan, yakni menemukan dua pengunjung yang dilaporkan hilang dan diduga tertimbun material longsor berdasarkan laporan manajemen kawasan.

“Prioritas kita sekarang adalah sisi kemanusiaan, memastikan terlebih dahulu area timbunan ini tidak ada lagi orang yang tertimbun. Kami juga telah melakukan penutupan bendung di bagian utara untuk mengurangi debit air, sehingga proses pembersihan material longsor dapat dilakukan dengan lebih aman,” jelas Giri Prasta.

Ia menambahkan, apabila pencarian di area timbunan belum membuahkan hasil, tim gabungan akan melanjutkan penyisiran secara rutin dari bendungan di bagian hilir hingga ke lokasi kejadian.

Proses pencarian akan dilaksanakan sesuai ketentuan dengan durasi maksimal tujuh hari, sebelum dilakukan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut bersama keluarga korban.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan evaluasi keamanan kawasan wisata, terutama destinasi berbasis alam yang memiliki potensi kerawanan terhadap cuaca ekstrem dan tanah longsor.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com