Zat Kimia Siapkan Album Kedua, “Karsinoma” Jadi Pembuka Fase Baru - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

10/1/26

Zat Kimia Siapkan Album Kedua, “Karsinoma” Jadi Pembuka Fase Baru


Denpasar, dewatanews.com – Setelah kembali aktif di panggung musik pada 2024, band alternative rock asal Bali, Zat Kimia, kini bersiap membuka babak baru. Hampir dua tahun mereka mengolah materi, hingga akhirnya “Karsinoma” dipilih sebagai single pertama yang mengantar perjalanan menuju album kedua.

“Karsinoma” dijadwalkan dirilis secara independen pada 2 Oktober 2026 melalui berbagai layanan streaming digital.

Single ini menjadi karya lanjutan Zat Kimia setelah “Mata Hari” yang dirilis pada September 2024. Lebih dari sekadar single baru, “Karsinoma” menjadi pintu masuk menuju rangkaian karya yang tengah disiapkan untuk album kedua mereka.

Mengolah Pergulatan Manusia Menjadi Musik
Album kedua Zat Kimia berangkat dari pengamatan terhadap pergulatan emosional, mental, dan spiritual manusia ketika menghadapi pengalaman berat yang dapat mengubah kehidupan.

Namun, pengalaman tersebut tidak diterjemahkan secara harfiah ke dalam cerita. Zat Kimia justru menjadikannya sebagai pusat emosi dalam proses penciptaan lagu.

Vokalis sekaligus gitaris Zat Kimia, Ian Joshua Stevenson, mengatakan pendekatan tersebut memberi ruang bagi setiap lagu untuk berkembang ke berbagai arah.

“Setiap kali menulis lirik, aku biasanya memegang satu tema atau emosi sebagai titik bidiknya supaya arah lagunya tidak ke mana-mana. Emosi itu tidak harus menjadi cerita yang harfiah. Misalnya, kemarahan (Anger) bisa berkembang menjadi lagu tentang persoalan sosial dan politik. Jadi, yang aku ambil adalah daya dorong emosinya, lalu dari sana ceritanya bisa bergerak lebih luas,” ujar Ian.

Dalam proses kreatif album kedua, Zat Kimia menggunakan sembilan keadaan emosional sebagai kerangka untuk menjaga arah setiap materi.

Kesembilan emosi tersebut bukan tahapan yang harus dilalui secara berurutan. Masing-masing menjadi titik bidik yang membantu band menentukan karakter dan gagasan dalam setiap lagu.

Dari sana, cerita dapat bergerak dari pergulatan personal dan pengalaman menghadapi perubahan besar hingga pengamatan terhadap persoalan sosial.

“Karsinoma” dan Racun yang Disimpan Terlalu Lama
Sebagai single pembuka album kedua, “Karsinoma” mengangkat tentang sesuatu yang terus disimpan dalam diri hingga akhirnya berkembang menjadi beban.

Istilah medis untuk kanker tersebut digunakan sebagai metafora bagi luka lama, dendam, sakit hati, maupun pengalaman masa lalu yang tidak pernah benar-benar diselesaikan.

“Kalau secara spesifik, ‘Karsinoma’ memang berbicara tentang kanker. Tapi secara umum, lagu ini juga tentang racun masa lalu, dendam, sakit hati, atau apa pun yang terus kita pendam. Kalau dibiarkan, hal-hal itu bisa tumbuh dan menggerogoti diri. Itu sebenarnya inti dari lagu ini,” jelas Ian.

Gagasan tersebut langsung terasa sejak bagian pembuka lagu, “Di dalam diriku, ada yang sembunyi.”

Lirik kemudian membawa pendengar pada gambaran tentang sisa masa lalu yang masih tersimpan, sebelum mengarah pada kesadaran untuk kembali mengambil kendali atas diri sendiri.

Kalimat “Saatnya kupegang kendali” menjadi salah satu titik penting dalam lagu. Sementara kata “lepaskan”, “urai”, dan “leburkan” menggambarkan proses menghadapi sesuatu yang selama ini dipendam.

Bagi Zat Kimia, “Karsinoma” bukan semata-mata tentang luka, melainkan juga tentang keberanian untuk menghadapi dan melepaskan sesuatu sebelum terus menggerogoti kehidupan.

Melanjutkan Jejak “Candu Baru”
Secara musikal, Zat Kimia tetap mempertahankan karakter alternative rock dengan pengaruh rock era 1990-an.

Proses rekaman dilakukan secara mandiri di home studio milik Ian, melanjutkan pendekatan independen yang telah menjadi bagian dari perjalanan band sejak awal.

Zat Kimia dirintis pada 2010 dan merilis album perdana “Candu Baru” pada 2017. Album tersebut kemudian masuk nominasi Anugerah Musik Indonesia 2018 untuk kategori Album Rock Terbaik.

Band ini sempat vakum sejak 2019 sebelum kembali aktif melalui “Mata Hari” pada September 2024.

Kini, “Karsinoma” menjadi langkah berikutnya sekaligus pintu masuk menuju album kedua yang tengah mereka siapkan.

Dengan materi yang dibangun dari beragam keadaan emosional dan pengalaman manusia, album kedua Zat Kimia nantinya menjadi kelanjutan musikal dari “Candu Baru” sekaligus ruang eksplorasi bagi band untuk mengangkat tema yang lebih luas.

Zat Kimia saat ini diperkuat Ian Joshua Stevenson pada vokal dan gitar, Made Edy pada bass, Bramestyo pada gitar, serta Deny Surya pada drum.

Single “Karsinoma” akan dirilis secara independen pada 2 Oktober 2026 melalui berbagai layanan streaming digital, menjadi pembuka perjalanan Zat Kimia menuju album kedua mereka.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com