Tumpek Wayang, YAPURA Gelar Pengeruwatan Sapuh Leger lan Melik Ceciren, Diikuti Lebih dari 100 Peserta - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

10/11/26

Tumpek Wayang, YAPURA Gelar Pengeruwatan Sapuh Leger lan Melik Ceciren, Diikuti Lebih dari 100 Peserta


Badung, dewatanews.com – Momentum Hari Suci Tumpek Wayang dimaknai Yayasan Pacung Bhumi Nusantara (YAPURA), yayasan yang dibentuk oleh Pasemetonan Agung Trah Shri Arya Sentong (PATSAS), dengan menggelar Upacara Manusa Yadnya Pengeruwatan Sapuh Leger lan Melik Ceciren, Sabtu (10/10). Bertempat di Pasraman Gana Mandala, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, upacara ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai daerah di Bali.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, keluarga peserta, para penglingsir puri, tokoh agama, serta unsur pemerintahan setempat. Camat Mengwi, I Nyoman Suhartana, turut hadir mewakili Bupati Badung untuk menyaksikan langsung rangkaian kegiatan tersebut.

Upacara dipuput oleh Ida Bhagawan Gana Dwijananda dari Pasraman Gana Mandala dan Ida Rsi Agung Dalem Amangku Jagat Natha Kusuma dari Pasraman Agung Giri Ulangun, Petang.

Salah satu rangkaian yang menjadi perhatian adalah prosesi melukat menggunakan tujuh jenis tirta, yakni Tirta Danu, Tirta Segara, Tirta Loloan, Tirta Sumur, Tirta Campuan, Tirta Air Kelebutan, dan Tirta Air Pancoran. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penggunaan Tirta Dalang dan diakhiri dengan prosesi melukat yang dipimpin langsung oleh sulinggih.

Ketua Panitia, Dr. dr. I Gusti Ngurah Rai, S.H., M.H., B.Phil., yang juga Founder Pos Banjar Foundation, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus upaya menjaga warisan leluhur Bali.

“Kegiatan Pengeruwatan Sapuh Leger dan Melik Ceciren ini bukan semata-mata pelaksanaan sebuah upacara, melainkan juga wujud kepedulian kemanusiaan, pengabdian kepada agama, serta komitmen kita bersama untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur Bali,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ida Bhagawan Gana Dwijananda atas gagasan dan semangat dharma yang menginspirasi kegiatan tersebut. Penghargaan turut disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Badung, para penglingsir puri, sulinggih, panitia, donatur, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai agama, budaya, dan kemanusiaan agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang.


Sementara itu, Ida Bhagawan Gana Dwijananda, selaku pendiri Pasraman Gana Mandala sekaligus sulinggih yang memimpin upacara, menjelaskan bahwa Pengeruwatan Sapuh Leger berkaitan erat dengan pelaksanaan tradisi keagamaan Hindu Bali pada Hari Suci Tumpek Wayang.

Ia menyebutkan, upacara tersebut diperuntukkan bagi umat Hindu yang lahir pada hari Tumpek Wayang maupun mereka yang memiliki Melik Ceciren. Selain itu, berdasarkan penjelasannya, rangkaian upacara juga berkaitan dengan ibu hamil dan anak yang belum tanggal gigi.

“Pengeruwatan Sapuh Leger ini utamanya wajib dilaksanakan oleh umat Hindu yang ada di Bali agar dilaksanakan pada Hari Tumpek Wayang, karena hari tersebut merupakan waktu yang tepat jika dilihat dari saptawara, yakni Saniscara yang terakhir,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum PATSAS sekaligus Mangku Dalang, I Gusti Ngurah Artawan, S.SN., berharap kegiatan yang dilaksanakan melalui YAPURA tersebut dapat memberikan manfaat bagi umat Hindu, khususnya mereka yang lahir pada Wuku Wayang maupun yang memiliki Melik Ceciren.

Ia berharap upacara tersebut membawa keberkahan, panjang umur, serta kemurahan rezeki bagi para peserta dan keluarga.

Apresiasi juga disampaikan Camat Mengwi, I Nyoman Suhartana, yang hadir mewakili Bupati Badung. Ia menilai keberadaan Pasraman Gana Mandala dan pelaksanaan upacara tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan keagamaan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

“Kami selaku pemucuk desa kaget, di Mengwi ada tempat seperti ini, Pasraman Gana Mandala. Kami rasa acara ini sangat membantu masyarakat Mengwi karena layanan menjadi lebih mudah, dekat, dan tanpa biaya. Hal ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Saya pribadi akan menyampaikan kepada Bapak Bupati bahwa pemerintah wajib hadir dan kegiatan seperti ini harus didukung,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, YAPURA bersama PATSAS menegaskan komitmennya untuk terus merawat tradisi leluhur melalui kegiatan keagamaan yang berlandaskan nilai spiritual, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan budaya Bali.

Momentum Tumpek Wayang pun menjadi pengingat bahwa pelestarian tradisi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ritual, tetapi juga dengan upaya menjaga nilai-nilai luhur Hindu Bali agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi penerus.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com