Gianyar, dewatanews.com – Tradisi Ngangsah yang dilaksanakan Sekaa Teruna (ST) Giri Bhakti, Banjar Belong, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, menjadi bagian penting dari rangkaian puja wali ngepitu yang digelar setiap tahun. Berlangsung di jalan raya utama pada tengah malam, tradisi ini tidak hanya menjadi wujud pelestarian adat dan budaya, tetapi juga memerlukan perhatian khusus terhadap keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.
Pelaksanaan tradisi tersebut dijadwalkan pada Selasa (27/10), mulai pukul 00.00 WITA. Informasi mengenai kegiatan ini disampaikan melalui pengumuman dan imbauan ST Giri Bhakti dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial TikTok melalui akun STGB.
Karena kegiatan berlangsung di jalan raya utama Banjar Belong, masyarakat yang hendak melintasi kawasan tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengguna jalan diharapkan mengurangi kecepatan saat mendekati lokasi kegiatan, memperhatikan situasi di lapangan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Pengguna jalan yang memiliki tujuan perjalanan melewati wilayah Banjar Belong juga diharapkan mempertimbangkan jalur alternatif guna mengantisipasi potensi hambatan arus lalu lintas. Langkah ini penting, terutama bagi pengendara yang melintas pada jam-jam rawan ketika jarak pandang terbatas dan kondisi jalan membutuhkan perhatian lebih.
Bendesa Adat Minta Masyarakat Saling Menghormati
Bendesa Adat Belong, I Wayan Leriana, mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar memahami serta menghormati pelaksanaan tradisi Ngangsah sebagai bagian dari rangkaian puja wali ngepitu di Banjar Belong.
Menurut draf kutipan yang masih perlu dikonfirmasi, masyarakat diharapkan dapat memberikan permakluman atas pelaksanaan kegiatan adat tersebut, sekaligus tetap memperhatikan keselamatan saat melintasi kawasan kegiatan.
“Kami memohon permakluman kepada masyarakat dan para pengguna jalan atas pelaksanaan tradisi Ngangsah ini. Kami berharap seluruh masyarakat dapat memahami dan menghormati kegiatan adat yang berlangsung, serta tetap berhati-hati ketika melintasi wilayah Banjar Belong,” demikian draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi kepada I Wayan Leriana.
Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa pelaksanaan tradisi adat yang melibatkan ruang publik membutuhkan kesadaran bersama. Penghormatan terhadap kegiatan keagamaan dan adat perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.
Menjaga Tradisi, Mengutamakan Keselamatan
Tradisi Ngangsah merupakan bagian dari kehidupan adat masyarakat Banjar Belong yang berkaitan dengan pelaksanaan puja wali ngepitu. Pelaksanaannya setiap tahun menjadi salah satu bentuk keberlanjutan tradisi yang dijaga oleh generasi muda melalui keterlibatan Sekaa Teruna.
Di sisi lain, penggunaan jalan raya sebagai lokasi kegiatan membuat pemberitahuan kepada masyarakat menjadi hal penting. Informasi mengenai waktu pelaksanaan, kewaspadaan saat melintas, serta kemungkinan penggunaan jalur alternatif diharapkan dapat membantu masyarakat mengantisipasi perjalanan sejak awal.
Masyarakat yang melintasi kawasan Banjar Belong diharapkan tidak hanya memperhatikan tujuan perjalanan, tetapi juga menghormati aktivitas adat yang sedang berlangsung. Pengendara perlu menjaga kecepatan, mengikuti kondisi di lapangan, dan tidak memaksakan diri melintas apabila situasi dinilai kurang aman.
Melalui komunikasi dan kesadaran bersama, tradisi Ngangsah diharapkan dapat berlangsung dengan khidmat, sementara keselamatan masyarakat tetap menjadi perhatian utama.
Pelestarian adat bukan hanya tentang menjaga tradisi agar terus diwariskan, melainkan juga membangun sikap saling menghormati antara pelaksana kegiatan dan masyarakat luas. Dengan demikian, nilai sakral tradisi Ngangsah tetap terjaga tanpa mengabaikan keamanan dan ketertiban pengguna jalan.

No comments:
Post a Comment
Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.
Terimakasih
www.dewatanews.com