Bedulu Bangun 77 Teba Modern, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos hingga Didistribusikan ke Hotel dan Petani - Dewata News

Breaking News

Gold Ads (1170 x 350)

10/21/26

Bedulu Bangun 77 Teba Modern, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos hingga Didistribusikan ke Hotel dan Petani


Gianyar, dewatanews.com – Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, membangun 77 unit teba modern untuk mengurangi sampah organik langsung dari rumah tangga. Langkah ini diperkuat dengan optimalisasi fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), produksi kompos, serta penerapan sanksi bagi warga yang membuang sampah sembarangan.

Perbekel Bedulu, I Putu Ariawan, S.H., mengatakan pembangunan 77 unit teba modern tersebut menggunakan dana bagi hasil pajak (BHP) dari Pemerintah Kabupaten Gianyar. Program ini menjadi bagian dari upaya desa memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber sekaligus mengantisipasi peningkatan persoalan sampah menjelang musim hujan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Pemkab Gianyar, khususnya Bapak Bupati yang telah mendistribusikan dana BHP ke desa. Dengan demikian, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Ariawan, yang akrab disapa Putu Lie.

Teba Modern untuk Sampah Organik Rumah Tangga

Teba modern yang dibangun menggunakan buis beton berdiameter sekitar satu meter dengan kedalaman galian mencapai 1,5 meter. Bagian atasnya dilengkapi penutup berlubang sebagai tempat memasukkan sampah organik.

Melalui fasilitas ini, sampah organik rumah tangga dikumpulkan untuk mengalami proses penguraian alami hingga menjadi kompos. Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di pekarangan maupun lahan pertanian.

“Dengan pembangunan teba modern ini, kami berharap persoalan sampah dapat dikurangi dari sumbernya. Selain itu, warga juga bisa memperoleh hasil berupa kompos organik untuk memenuhi kebutuhan kebun rumahan. Kami juga ingin memotivasi masyarakat agar memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki,” jelasnya.

TPS3R Olah Sampah Jadi Kompos

Selain pengolahan mandiri di rumah, Pemdes Bedulu mengandalkan TPS3R yang berlokasi sekitar 500 meter di sebelah timur Kantor Desa Bedulu, berdekatan dengan aliran Tukad Beji, anak sungai Pakerisan.

Fasilitas ini menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah desa, termasuk pengolahan sampah organik menjadi kompos. Produk tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam dan didistribusikan kepada sejumlah hotel, vila, serta petani untuk pemupukan lahan.

“Kompos ini selain menjadi media produktif untuk bercocok tanam, juga mampu menunjang kesuburan lahan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen warga maupun petani,” tutur Ariawan.

Dengan demikian, pengelolaan sampah di Bedulu diarahkan melalui dua jalur, yakni pengolahan sampah organik dari rumah tangga menggunakan teba modern serta pengolahan melalui TPS3R. Sampah yang telah diolah menjadi kompos dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna bagi lingkungan dan sektor pertanian.

Perdes Atur Denda hingga Rp 1 Juta

Untuk mencegah pembuangan sampah sembarangan, Pemdes Bedulu juga menerapkan peraturan desa (Perdes) yang mengatur hak dan kewajiban masyarakat dalam pengelolaan sampah, termasuk larangan membuang sampah tidak pada tempatnya.

Ariawan menegaskan, pelanggar dapat dikenai sanksi denda hingga Rp 1 juta sesuai ketentuan yang berlaku dalam Perdes. Sejumlah pelaku pembuangan sampah sembarangan disebut telah diamankan dan dikenai sanksi.

“Beberapa pelaku yang membuang sampah tidak pada tempatnya sudah kami amankan dan dikenakan sanksi sesuai ketentuan Perdes,” tegasnya.

Penegakan aturan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dan mencegah munculnya titik pembuangan sampah liar di wilayah desa.

Sosialisasi dan CCTV Perkuat Pengawasan

Upaya penanganan sampah juga dilakukan melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat di masing-masing balai banjar. Selain itu, Pemdes Bedulu memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik serta poster imbauan agar warga membawa sampah ke TPS3R.

Melalui penyediaan teba modern, penguatan TPS3R, pemanfaatan kompos, dan penegakan Perdes, Pemdes Bedulu berupaya membangun tata kelola sampah yang lebih terarah. Keberhasilan program ini tetap bergantung pada partisipasi dan kedisiplinan warga dalam memilah serta mengolah sampah sejak dari rumah.

No comments:

Post a Comment

Redaksi DEWATA NEWS menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di DEWATA NEWS . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi DEWATA NEWS akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.dewatanews.com